Rekor MURI Warnai Pembukaan Festival Danau Toba 2014

0
467
BALIGE, Sumut, bisniswisata.co: Ratusan pelajar SMA/SMK membawa ulos sadum berwarna cerah sepanjang sekitar 450 meter dari TB Center, Balige menuju Lapangan Sisingamangaraja. Ulos tersebut dikerjakan 20 orang anggota kelompok binaan Bank Indonesia yang memakan waktu selama delapan bulan. Ulos yang dibuat tersebut dibuat untuk mendapatkan rekor Muri.
Seiring dengan kehadiran ulos yang berjalan dibawa para pelajar itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta Nirwandar menyapa ribuan anak pelajar yang dibalut pakaian ulos sadum saat memasuki area Museum Batak Tb Silalahi, Tobasa, Sumatera Utara untuk membuka Festival Danau Toba (FDT) 2014.
Festival yang diadakan setiap tahun dan bergantian di tujuh kabupaten itu dihadiri para pejabat pemerintahan, gubernur, bupati, dan pengusaha serta turis mancanegara seperti India,Thailand, dan Jerman.
“Festival Danau Toba ( FDT) digelar sebagai sarana promosi obyek wisata budaya dan obyek wisata alam di kawasan Danau Toba,” ujar Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho dalam sambutannya pada pembukaan FDT 2014 di Tobasa, Sumatera Utara, Rabu (17/9/14).
Selain itu menurutnya FDT juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara, meningkatkan pendapatan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini menjadi salah satu strategi mempromosikan Danau Toba Samosir dan sekitarnya. Ada tiga hal yang ditekankan dalam hal ini, yang pertama pembenahan infrastruktur, promosi potensi kekayaan alam, dan ketiga pembenahan sumber daya manusianya,” ungkap Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Pariwisata dalam sambutannya.
Acara pembukaan juga dimeriahkan dengan pertunjukan pentas budaya yang dipandu TB Silalahi, diantaranya Tari Tumba Batak Toba yang di bawakan siswa siswi Sekolah Dasar, Tari Tortor dan Maminta Gondang oleh siswa siswi SMA, dan tari eksibisi permainan tradisional Batak “Margala”.
Upacara pembukaan dilanjutkan Tarian Bhinneka Tunggal Ika oleh siswa siswi Asrama Yayasan Soposurung Balige dan Perguruan Sultan Agung Pematang Siantar yang menampilkan tarian dari Pakpak, Karo, Angkola/Mandailing, Simalungun, Batak Toba, Nias, India, dan Tionghoa. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan kain ulos terpanjang kepada Bank Indonesia untuk akhirnya mendapatkan rekor Muri.
Selanjutnya ulos dibawa iring-iringan ke Lapangan Sisingamangaraja dimana pesta rakyat berlansung. Ribuan masyarakat Tobasa memadati lapangan dan menyaksikan Tari Martumba dan Tari Cawan Massal yang dibawakan ratusan pelajar.Di lapangan ini Wamen Sapta Nirwandar menabuh Taganing bersama pemain World/Local Drummer dilanjutkan dengan meninjau stan pamedan. (evi)

LEAVE A REPLY