Rekomendasi Bandara Baru Bali di Tengah Laut Diterbitkan

0
331
Maket Bandara Buleleng di tengah laut

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Gubernur Bali Made Mangku Pastika menerbitkan rekomendasi rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di Buleleng untuk dibangun di tengah laut alias terapung. Rekomendasi dengan Nomor 503/357/TARU-DPUPR tertanggal 24 Januari 2017, bandara terapung dibangun di laut kawasan Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Rekomendasi bandara terapung itu diberikan kepada PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti, selaku perwakilan dari investor Airport Kinensis Consulting (AKC) Kanada. Rekomendasi ini tindak lanjut permohonan yang diajukan PT BIBU Panji Saksi, 7 Januari 2017. Juga berdasarkan rekomendasi persetujuan lokasi bandara diterbitkan Bupati Buleleng. pada 23 Januari 2017 atau sehari sebelum Gubernur menerbitkan rekomendasi bandara terapung.

Dalam rekomendasi disebutkan Pemprov Bali memberikan rekomendasi persetujuan rencana lokasi bandara di lokasi lepas pantai (offshore) yang diprakarsai oleh AKC Kanada. Juga disebutkan lokasi bandara di lepas pantai ini sesuai ketentuan Pasal 29 ayat 5 Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali, serta Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 6 Tahun 2014 tentang Sistem Transportasi Nasional pada Tataran Transportasi Wilayah Provinsi Bali.

Bupati Buleleng saat itu masih dijabat Pelaksana Tugas (Plt), I Made Gunaja, karena Bupati Putu Agus Suradnyana tengah cuti kampanye Pilkada Buleleng 2017. Rekomendasi Bupati Buleleng bernomor 582/01/Ekbang tertanggal 23 Januari 2017 menyebutkan persetujuan rencana lokasi Bandara Internasional Bali Utara di Kecamatan Kubutambahan (Buleleng Timur).

Sekretaris Daerah Pemkab Buleleng Dewa Ketut Puspaka membenarkan mengeluarkan rekomendasi persetujuan terhadap lokasi pembangunan Bandara Internasional Bali Utara. Surat rekomendasi itu dikeluarkan Plt Bupati Buleleng, Made Gunaja. Dewa Puspaka juga tidak menampik jika rekomendasi yang dikeluarkan 23 Januari 2017 tersebut adalah rekomendasi penetapan lokasi bandara.

“Pemerintah daerah tugasnya memberikan rekomendasi, karena pertama mereka konkret melakukan studi. Kedua, perusahaan PT Pembangunan Bali Mandiri dan PT BIBU Panji Sakti sudah presentasi feasibility study di Kementerian Perhubungan. Nah, dalam rangka menindaklanjuti hal itu, biar segera ada penetapan lokasi, tentu perlu rekomendasi dari Bupati dan ada rekomendasi Gubernur,” katanya.

Menurut Puspaka, rekomendasi yang dikeluarkan belum tentu memuat lokasi pasti bandara. Pasalnya, kewenangan penentuan lokasi bandara sepenuhnya berada di Kementerian Perhubungan, dengan mempertimbangkan aspek-aspek keselamatan transportasi, utamanya penerbangan.

“Sekarang bola itu ada di Kementerian Perhubungan, karena penetapan lokasi bandara itu kewenangan Kemhub. Posisi pemerintah daerah itu menunggu. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama, sudah ada penetapan lokasi bandara yang definitif,” harapnya.

PT BIBU Panji Sakti sendiri sebelumnya sempat memaparkan rencana investasinya mewujukan pembangunan bandara internasional di hadapan anggota DPRD Buleleng, Agustus 2016 lalu. Dalam pemaparannya, Presdir PT BIBU Panji Sakti, Made Mangku, mengaku tengah menunggu keputusan persetujuan penentuan lokasi dari Kemhub untuk lanjut ke tahap pembangunan bandara terapung.

Disebutkan, pihaknya menggandeng tiga investor dari luar negeri dalam pengerjaan proyek bandara terapung bernilai Rp 50 triliun ini. Bandara akan dibangun 75 kilometer dari bibir pantai dengan luas areal 264 hektare. “Waktu yang akan membuktikan kinerja kami, apakah kami hanya omong-omong saja atau tidak,” katanya. (*/BSO)

LEAVE A REPLY