Ratusan TKA di Sultra Gunakan Visa Kunjungan Wisata

0
359

KENDARI, test.test.bisniswisata.co.id: Ratusan tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di sejumlah perusahaan tambang di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga melanggar aturan keimigrasian. Mereka bekerja menggunakan visa kunjungan wisata.

“Jumlah TKA yang bekerja di sejumlah perusahaan tambang di daerah ini dengan menggunakan visa kunjungan wisata bisa mencapai 250 hingga 300 orang,” kata aktivis LSM, Amran di Kendari, seperti diunduh laman Antara, Sabtu (30/04/2016).

Amran melanjutkan perusahaan tambang nikel milik perusahaan asing asal Tiongkok, PT Virtu Dragon Nikel Industri mempekerjakan lebih 500 orang asing. Di antara para TKA itu, ada kurang lebih 100 orang yang bekerja menggunakan visa kunjungan wisata.

“Saat petugas Imigrasi melakukan pengawasan di lokasi industri pertambangan, para TKA yang memakai visa kunjungan wisata disembunyikan di suatu tempat oleh pihak perusahaan,” katanya.

Para TKA baru kembali bekerja di perusahaan kata dia, setelah petugas tim terpadu dari Imigrasi Kendari kembali. Para pekerja asing asal Tiongkok dan Korea Selatan, masuk ke wilayah Sultra maupun Sulawesi Tengah, melalui Bandara Haluoleo Kendari.

“Para TKA yang bekerja di Morowali turun di Bandara Haluoleo Kendari, karena letak Morowali lebih dekat dengan Kendari dibandingkan dari Palu, ibukota Sulteng,” ungkapnya.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertras Sultra Makner Sinaga dalam keterangan terpisah tidak membantah kalau ada TKA di Sultra yang bekerja menggunakan visa kunjungan wisata. (*/AN)

LEAVE A REPLY