Raseno: Rupiah terpuruk, kesempatan untuk jaring Wisnus

0
1406
Raseno Arya, Asisten Deputi  Pengembangan Segmen Pasar Personal, Kementerian Pariwisata.
Raseno Arya, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal, Kementerian Pariwisata.

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id:  Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan ini akan dimanfaatkan Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan obyek wisata daerah guna menjaring kunjungan Wisnus. Karena selama ini tak sedikit wisatawan lokal yang senang berwisata ke luar negeri.

“Melemahnya rupiah terhadap dolar AS selama dua bulan terakhir ini, kesempatan bagi Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan wisata daerah. Seperti disampaikan Bapak Menteri Pariwisata Arief Yahya, meski kondisi rupiah terpuruk, target jumlah kunjungan wisman 12 juta dan wisnus 255 juta perjalanan, optimis bisa tercapai,” tutur Raseno Arya, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal, Kementerian Pariwisata.

Dia mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sangat berpengaruh pada biaya perjalanan ke luar negeri yang menggunakan kurs dollar.

“Dalam situasi rupiah yang melemah ini, biaya perjalanan kunjungan ke luar negeri sangat mahal. Sebab dalam melakukan transaksi, biayanya selalu menggunakan kurs dollar AS. Melihat kondisi itu, Kemenpar kini gencar mempromosikan obyek wisata daerah guna meningkatkan jumlah kunjungan Wisnus,” ujarnya.

Dia memberi contoh kegiatan ‘Sail Tomini’ yang diadakan Prov. Gorontalo, saat ini menjadi obyek wisata daerah yang mulai banyak digemari para wisatawan mancanegara. “Wisatawan mancanegara saja banyak yang tertarik, kenapa wisatawan nusantara tidak tertarik pada daerahnya sendiri? Kami yakin mereka tidak tertarik, karena belum banyak mengenal potensi pulau yang berpasir putih ini,” tegasnya.
Padahal kegiatan ‘Sail Tomini’, menurut Raseno, sudah menjadi agenda tahunan yang diadakan setiap bulan September. Selain itu ada Festival Boalemo yang dimeriahkan dengan berbagai event, seperti reli yach, ekspedisi maritim, parade kapal perang, pameran dan seminar. Untuk tahun 2015 ini, menurut rencana akan dihadiri Presiden Jokowi.

“Untuk mengangkat branding beberapa obyek wisata daerah itu, Kemenpar menerapkan strategi advertising dan selling guna mendukung program promosi pengembangan wisata daerah,” cetusnya.

Pengembangan Segmen Pasar Personal yang diembannya, jelas dia, membawahi bidang promosi wisata budaya yang meliputi kegiatan kuliner, SPA, bidang promosi wisata alam untuk kegiatan petualangan alam, bidang promosi wisata buatan yang meliputi kegiatan festival di daerah-daerah, dan bidang promosi wisata bahari untuk kegiatan diving dan deep fishing.
Perolehan devisa dari jumlah kunjungan Wisnus saja, lanjut dia, diperkirakan mencapai 12,05 miliar dollar AS. Sedangkan pengeluaran belanja Wisnus sebesar Rp 201,5 triliun dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 11,3 juta orang. “Kita tak usah cemas dengan terpuruknya nilai rupiah. Sebab potensi wisata daerah tetap punya daya tarik untuk menjaring Wisnus yang memberikan perolehan devisa cukup besar,” tegasnya.

Dia yakin kondisi melemahnya rupiah yang membuat biaya perjalanan ke luar negeri sangat mahal itu, dapat menarik para wisatawan nusantara untuk beralih kunjungan ke wisata dalam negeri.
“Obyek wisata daerah yang memiliki kekuatan nature, culture, dan manmade itu akan mampu menarik kunjungan wisnus. Seperti obyek wisata alam, wisata budaya dengan daya tarik heritage dan religi, serta wisata kuliner dan belanja yang khas Indonesia,” katanya. (Arief Rahman Media)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.