Raja Salman Disambut Penari Pendet Anak-anak

0
2283
Tari Pendet (Foto: Nyoman Martawan)

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud untuk liburan di Bali, Sabtu (4/3/2017) bakal disambut sekitar 50 anak-anak berusia 7 hingga 12 tahun dari Sanggar Gawitri yang menyajikan tarian khas Bali, tari pendet.

Sebuah tari penyambutan bagi tamu kenegaraan. Tari pendet ini dipilih karena dalam tarian ini ada prosesi penaburan bunga yang tidak ada di tarian lainnya. Tarian ini akan digelar di Tempat kedatangan Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali.

Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Berata mengatakan, hari ini ada 50 anak penari pendet hari ini melakukan gladi bersih untuk menyambut Raja Salman. “Tarian ini tentunya untuk menyambut tamu agung. Kami ingin mempersiapkan tarian pendet ini dengan baik,” kata Putu Berata di Denpasar.

Putu menuturkan, selama ini tari Bali lebih banyak untuk upacara, namun seiring waktu para seniman membuat tari yang bisa dinikmati oleh wisatawan. “Tari pendet ini diciptakan pada tahun 1930. Di mana tarian ini dikhususkan untuk menyambut tamu agung. Tarian ini juga pernah ditampilkan untuk menyambut Presiden Amerika Serikat,”tuturnya.

Putu menegaskan, dari kostum anak-anak yang akan menari pun tidak akan diubah. “Kami menyuguhkan apa yang kami miliki sesuai dengan kebudayan kita,” ujarnya sambil menambahkan dalam tarian ini ada prosesi penaburan bunga yang tidak ada di tarian lainnya.

Putu mengungkapkan, anak-anak yang akan menari pendet ini harus berada di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 16.00 Wita.

Sementara Gubernur Bali Made Mangku Pastika, akan mengenakan pakaian adat Bali untuk menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud ke Bali. Pakaian adat Bali dipilih untuk menunjukkan bahwa Raja Salman telah sampai di Bali dan memperlihatkan identitas budaya Bali di depan Raja Salman.

Pastika akan memakai pakaian adat seperti biasanya, tanpa menggunakan keris. “Beliau (Raja Salman) kan pakai pakaian adat Arab, saya pakai pakaian adat Bali biar jelas begitu loh. Pakaian adat biasa saja, gak mewah-mewah sampai pakai keris,” ujarnya.

Namun Pastika memastikan destinasi wisata Bali akan siap di mana pun Raja Salman akan berkunjung. Terkait kebijakan untuk menutup patung-patung di Bali, Pastikan menegaskan tidak ada. Patung-patung tidak ada yang ditutupi pakai kain atau pohon di sepanjang perjalanan destinasi Raja Salman.

“Bali kan terkenal nyaman, aman, toleran, jadi Bali biarkan seperti apa adanya. Gak ada ditutup (patung-patungnya),” ujarnya.

Raja Salman dan rombongan dikabarkan akan berlibur ke Bali dari tanggal 4 hingga 9 Maret 2017. Namun, status rombongan di Bali bukan lagi tamu negara, melainkan wisatawan biasa. (*/END)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.