Raja Arab Wisata ke Bali Jadi Magnet Wisman Timteng

0
359
Turis muslim di Bandara Bali

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Asosiasi Agen Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali berharap berkah dari kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Bali. Kunjungan itu diharapkan menjadi magnet atau bisa menyedot wisatawan dari Timur Tengah (Timteng).

“Kunjugan Raja Arab Saudi ini merupakan promosi bagi Bali dan Indonesia. Hal ini akan menjadi sorotan dunia, khususnya masyarakat Arab Saudi,” kata Ketua Asita Bali, Ketut Ardana di Denpasar, seperti diunduh laman Antaranews, Senin (27/02/2017).

Rencana kedatangan penguasa negeri kaya minyak itu memberikan dampak luar biasa, khususnya untuk sektor pariwisata bagi wisatawan dari Timur Tengah. Diyakini, potensi wisata Bali akan makin dikenal oleh wisatawan dari negara-negara di kawaasan Timteng.

“Bagi masyarakat Arab, kami harapkan cepat atau lambat akan merencanakan kunjungannya sebagai turis ke Bali. Memang selama ini sudah ada yang datang ke Bali, namun jumlahnya masih belum menggembirakan,” kata Ardana.

Terkait dengan kedatangan Raja Salman ke Bali, Asita belum mengetahui objek-objek wisata yang akan dikunjungi Raja Salman yang mengajak sekitar 1.500 anggota Kerajaan Arab Saudi itu.

Ia memprediksi sejumlah objek wisata di Kabupaten Badung dan paling jauh di Kabupaten Gianyar kemungkinan akan disasar oleh rombongan Raja Arab Saudi untuk berwisata. Diharapkan jadi angin segar bagi perluasan pangsa pasar wisatawan yang selama ini ada, seperti Tiongkok, Australia, Jepang, Singapura, serta beberapa negara di Eropa.

Terkait dengan potensi wisatawan dari Timur Tengah, Ardana mengakui bahwa mereka merupakan pangsa pasar yang potensial untuk digarap lebih lanjut, apalagi telah dibuka rute langsung dari Doha dan Dubai.

Turis Timteng juga tergolong wisatawan kelas atas dengan tingkat pengeluaran rata-rata US$2.000 per orang untuk sekali kunjungan. “Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara saat ini di Bali sekitar US$1.300 per orang sekali kunjungan. Lama tinggal, rata-rata wisatawan dari Timteng mencapai 7 hingga 8 hari.

Di tempat terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, sedikitnya ada 7 hotel bintang lima digunakan untuk penginapan rombongan Raja Salman. Semua hotel itu di kawasan Bali Tourism Development Corporation (BTDC), Nusa Dua. Fasilitas dan harga sewa kamar dipilihkan sesuai permintaan.

“Ada harga kamar yang Rp 20 juta per malam. Tarifnya bisa lebih dari itu kalau memang ada permintaan khusus. Harga reguler kisaran Rp 5 juta – 20 juta, tapi kami belum tahu Raja Arab Saudi menginap di hotel yang mana,” kata Tjokorda.

Sebagian besar kawasan BTDC merupakan tempat hotel bintang lima. Seperti Inna Putri Bali, yang memiliki pesona khusus. Lokasinya terletak di kavling S3, cocok untuk acara rileks sambil menikmati budaya lokal dan pertunjukkan seni khas Bali.

Ada juga The Bey, hotel bintang lima yang menyajikan spesialisasi makanan lokal dan internasional. Menunya mulai bebek bengil dan bumbu nusantara sampai masakan Jepang.

Di kawasan BTDC juga tersedia salah satu dari 5 lapangan golf terbaik di Asia, Bali National Golf Club dengan 18 hole. Di sini menawarkan area tanah yang unik – pedalaman, daerah perbukitan, kebun kelapa dengan pantai yang berombak. Ada pula Museum Pasifika, salah satu obyek wisata terbesar di Bali dengan bangunan yang menakjubkan.

Kunjungan Raja Arab dan rombongan diawali acara kenegaraan di Jakarta pada 1-3 Maret 2017. Setelah itu rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud yang membawa 1.500 orang di antaranya terdiri atas 10 menteri dan 25 pangeran berlibur ke Bali yang direncanakan pada 4-9 Maret 2017.

Pertemuan Raja Salman dengan Presiden Joko Widodo bertujuan untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Selain itu, keduanya akan membahas berbagai kerja sama dalam berbagai bidang antara Arab Saudi dan Indonesia.

Kedatangan rombongan Raja Arab Saudi, menurut Tjokorda yang akrab disapa Cok Ace itu, sejauh ini belum ada rencana mengosongkan kamar hotel untuk tamu lain. “Kami tetap menerima tamu-tamu lain. Hanya pengamanannya agak ketat. Biasanya tamu-tamu lain memaklumi,” tutur Tjokorda

Tjokorda menjelaskan, pengelola hotel telah berkoordinasi dengan Polda Bali untuk persiapan keamanan ketika rombongan Raja Arab Saudi menginap. “Kami mempunyai standar keamanan, kerja sama MoU dengan Polda Bali melalui SMPH (Sertifikasi Manajemen Pengamanan Hotel), karena item keamanan itu ada banyak,” ujar Tjokorda. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.