Pulau Surga Biru yang Aman? Ya Nusa Penida

0
211

KLUNGKUNG, bisniswisata.co.id, –  TAHUN ke 4, Nusa Penida Festival (NPF) digelar, 6-9 Desember 2017 ini. Meski sempat tertunda gegara naiknya aktivitas Gunung Agung, NPF 2017 diharapkan mampu menggerakkan potensi destinasi wisata yang tetap berbasis seni, budaya dan alam.

“Ditengah keprihatinan masyarakat Indonesia, kami menunggu kehadiran Menteri Pariwisata di Nusa Penida Festival. The Blue Paradise yang aman dikunjungi. Kepariwisataan yang harus  tetap digerakkan untuk dapat membantu masyarakat yang dalam kesusahan,’’ ungkap Bupati Klungkung Nyoman Suwirta.

Jika NPF 2016 dilaksanakan di Desa Ped, Pulau Nusa Penida, tahun ini dipusatkan di Pantai Mahagiri, Desa Jungut Batu Nusa Lembongan. Nusa Penida selain memiliki karakteristik alam yang berbeda dengan berbagai sudut keindahannya, juga memposisikan diri sebagai Blue Paradise  atau surga biru. Nusa cantik secara fisik darat dan lautnya, juga memiliki berbagai kesenian berkarakter budaya local, alami dan belum terkontaminasi dunia modern.

Dihari pertama nanti, akan ada upacara larung laut ( pakelem) untuk keseimbangan alam agar semua dalam perlindunganNya ditengah kondisi Gunung Agung yang saat ini masih menunjukkan aktivitasnya.

“Saat pelaksanaan pakelem ditampilkan tari Rejang massal oleh 1500 penari, dari warga lokal Nusa Penida,” I Nyoman Widana, Ketua Penyelenggara NPF 2017 kepada bisniswisata.co.id.

Pakelem , merupakan adat warga Nusa Penida, sebagai wujud terima kasih kepada alam yang telah memberikan kehidupan bagi masyarakat Nusa Penida. Upacara juga dilengkapi sajian Sanghyang Jaran dan pementasan orchestra gamelan Bali Baleganjur.

Bagi masyarakat dan wisatawan yang sedang berada di Nusa Penida, NPF 2017 menyajikan acara santai lomba gebug bantal (adu keseimbangan dengan duduk di atas sebatang bamboo, saling pukul bantal guling), lomba gala-gala (go back to door), kemudian lomba merangkai prani, lomba mengikat dan melepas bulung (rumput laut). Semua mata acara terbuka bagi masyarakat dan wisatawan.

“Khusus untuk wisatawan asing dan domestik, ada lomba busana adat”, papar Widiana lebih lanjut.

Bagi pecinta alam, kalangan peduli lingkungan, penyelenggara NPF 2017 membuka kesempatanuntuk ikutserta melakukan aksi bersih pantai, transplantasi karang, mangrove atau ikut lomba perahu mini. Bagi penikmat music, NPF dimeriahkan dengan kehadiran Tika Pagraki,  Aya Laras dan Jhonie Agung.

Bagi Bupati Klungkung,  NPF bukan sekadar ajang promosi pariwisata saja, namun wujud nyata implementasi dari Gema Santi. Salah satunya bersih-bersih pantai dan pelestarian karang laut dan mangrove, sebagai jaringan ekosistem yang sangat bermanfaat di Pulau Nusa Penida.

Setelah memasuki tahun ke empat, NPF kian mengukuhkan soliditas warga dalam membangun keberlanjutan aktivitas kepariwisataan yang telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian setempat. Dan kawasan Nusa Penida sejatinya The Blue Paradise Island, Pulau Surga Biru, yang mensejahterakan masyarakatnya, membahagiaakan wisatawan yang berkunjung dan menikmati keindahan alam serta keagungan budayanya. *Dwi

 

LEAVE A REPLY