PT Unilever Indonesia Tbk Resmikan Pabrik Bumbu Masak di Cikarang

0
1186
do. Kemperin

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Menteri Perindustrian Republik Indonesia; Saleh Husin, SE, M.Si, didampingi Chief Supply Chain Officer Unilever; Pier Luigi Sigismondi, dan Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk; Hemant Bakshi meresmikan Pabrik bumbu masak PT Unilever di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat.

Saat ini tantangan yang di hadapi dunia sangat beragam, isu geopolitik, harga komoditas yang sangat fluktuatif, devaluasi mata uang, dan melemahnya pasar adalah beberapa hal yang bisa berdampak negatif terhadap kinerja rantai pasokan bisnis Unilever.

“Ditengah beragamnya tantangan yang ada, kami terus berupaya untuk memperkuat posisi kami untuk mewujudkan visi menumbuhkan bisnis dua kali lipat seraya mengurangi dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan meningkatkan manfaat positif untuk masyarakat,” ujar Chief Supply Chain Officer Unilever; Pier Luigi Sigismondi dalam pers rilis yang diterima Bisniswisata.co.id.

Untuk itu, menurutnya langkah-langkah strategis perlu diambil, salah satunya dengan melakukan investasi di negara yang memiliki potensi besar dengan pertumbuhan yang relatif baik seperti Indonesia.

“Kami percaya pabrik bumbu masak Royco dan Bango ini akan bisa memperkuat posisi kami di Indonesia,” ungkap Pier.

Pabrik dengan nilai investasi sebesar 820 milyar rupiah ini merupakan bagian dari investasi total sebesar 8,5 trilliun rupiah yang ditanamkan Unilever selama lima tahun terakhir. Pabrik yang memiliki luas bangunan 63.000 meter persegi ini mempunyai kapasitas produksi sebesar 7 milyar pieces pertahun untuk produk Royco dan Bango.

“Dengan kapasitas sebesar ini, kami berharap pabrik mampu memenuhi peningkatan permintaan masyarakat hingga beberapa tahun mendatang. Selain untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia, pabrik ini juga akan memenuhi permintaan ekspor ke beberapa negara di Asia, Eropa, dan Afrika di waktu mendatang,” jelasnya.

Memasuki tahun ke-82, Unilever telah berkembang bersama masyarakat di Indonesia dan kembali terpilih menjadi perusahaan paling inovatif di Asia seperti yang dilansir oleh Forbes.

“Terpilihnya PT Unilever Indonesia Tbk sebagai perusahaan paling inovatif di Asia merupakan penghargaan yang membanggakan bagi bisnis kami. Kami memiliki strategi bisnis untuk tetap tumbuh bernama ‘4G Model’, yang terdiri dari ‘Grow Consistently, Grow Competitively, Grow profitably, dan Grow Responsibly’ yang membantu kami untuk terus tumbuh secara konsisten, kompetitif, menguntungkan, dan bertanggung jawab,” tambah Hemant Bakshi.

Lebih lanjut Hemant Bakshi mengatakan, “Kami percaya jika performa bisnis akan bergerak positif apabila terus bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat dimana tempat bisnis beroperasi”.
Salah satu cara menurutnya dengan menerapkan praktek yang berkelanjutan pada seluruh aspek bisnis Unilever.

Pada tahun 2020 secara global Unilever memiliki target untuk meningkatkan mata pencaharian 500.000 orang dalam rantai pasokan. Saat ini Unilever telah mengembangkan 31.000 petani kedelai hitam dan gula kelapa sebagai pemasok bahan baku kecap Bango.

Komitmen Unilever dalam hal pengurangan jejak lingkungan juga terus diperhatikan. Hal ini tercermin dari di terapkannya pengaplikasian teknologi ramah lingkungan di dalam pabrik baru ini.

Penggunaan teknologi ramah lingkungan terbukti membantu menghemat penggunaan energi, air dan bahan baku diantaranya mengurangi 70% penggunaan air, mengurangi emisi karbon sebanyak 30%, dan zero waste pada tempat pembuangan akhir.

Pabrik dengan lebih dari 600 tenaga kerja ini menerapkan standar produksi yang tinggi, menggunakan eco efficiency technology and menargetkan LEED Silver Certification. Pabrik juga sudah mengikuti persyaratan FSSC 22000, Halal, ISO 14000, dan ISO 18000 untuk memastikan kualitas terbaik dari produk – produk yang dihasilkan.
Pabrik bumbu masak baru ini melengkapi delapan pabrik Unilever di Cikarang dan Rungkut, Surabaya. (evi)

LEAVE A REPLY