Promosikan Geopark Ciletuh Via Eksibisi Surfing Internasional

0
79

BANDUNG, Bisniswisata.co.id: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar eksibisi surfing berskala internasional di Pantai Cimaja, Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada tanggal 14-15 Oktober 2017.

Eksibisi bertajuk Amazing Geopark Adventure Tourism (AGAT) dengan tema “Cimaja Geosurf Challenge, Our Amazing Adventure”, untuk mempromosikan Geopark Ciletuh agar semakin dikenal wisatawan mancanegara (wisman) sehingga meningkatkan kunjungan pelancong asing.

“Juga digelarnya event yang pertama kali ini, untuk mendapatkan dukungannya terhadap komitmen pencapaian target mendapatkan pengakuan dari UNESCO Global Geopark (UGG) bagi Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (GCP),” papar Kadisbudpar Jabar, Ida Hernida dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (03/10/2017).

Validasi terhadap GCP telah dilaksanakan pada tanggal 1-4 Agustus 2017 oleh Asesor UNESCO yaitu Alexandru Andrassanu dan Soojae Lee yang didampingi observer Hanang Samodra. Hasil validasi telah dibahas dalam Asia Pacific Geopark Network Symposium ke 5 di China dan akan dilanjutkan pada sidang UNESCO bulan April 2018.

Karena itu, sambung Ida, salah satu upaya mempromosikan sekaligus mendapat pengakuan UNESCO bagi Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu kepada dunia, dengan digelarnya sport tourism berupa surfing.

Eksibisi Amazing Geopark Adventure Tourism 2017 diikuti 14 surfer pro internasional dari Amerika Serikat, Australia, Italia, Inggris, Jepang, Kanada, Maladewa, Maroko, Philipina , Singapura, Selandia Baru, Thailand dan Taiwan

Selain itu, 14 surfer nasional dari Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sumatera Selatan, Yogyakarta dan Jawa Barat sebagai penyelenggara.

Juga AGAT diikuti 35 surfer advance dari kancah regional Jawa Barat dengan mayoritasnya peselancar dari Kabupaten Sukabumi. Tak ketinggalan daerah yang memiliki potensi pengembangan surfing wilayah Geopark Ciletuh Palabuhanratu dari 21 desa di 8 kecamatan mengirimkan pesertanya untuk mendapatkan coaching clinic serta kelas surf school sebagai bekal mengembangkan surfing di daerahnya.

Kadisbudpar Jabar mengungkapkan kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu memiliki spot surfing yang mendunia, yaitu Ombak Tujuh dan Pantai Cimaja. Juga, spot surfing lainnya dengan jenis ombak beach break yaitu Cipaku (Ujunggenteng), Loji Beach Break, Citepus, Karang Naya (Samudra Beach), Karang Papak (Sunset Beach), dan Karanghawu.

Dengan jenis ombak point break adalah: Haurber Point (Ujunggenteng), Mama’s Point (Ujunggenteng), Turtle Beach (Ujunggenteng), Ombak Tujuh, Loji Point, Karang Sari, Cimaja, Indocator, Pajagan Point, dan Karang haji.

“Pantai Cimaja memiliki daya tarik pantai yang unik berupa hamparan aluvial dengan batuan alam bulat-bulat lonjong di sepanjang pantainya, selain itu Pantai Cimaja juga memiliki ombak point break dengan kontinyuitas ombak sepanjang tahun yang bisa memanjakan para surfer,” sambungnya.

Pantai Cimaja yang terletak di Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu ini memiliki panorama indah ditambah deburan ombak yang besar menjadikan tempat ini begitu favorit di kalangan peselancar baik nasional maupun internasional. Wisatawan surfer mancanegara rutin berdatangan dan mendukung kepariwisataan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

Daya tarik lainnya adalah prestasi surfing di Pantai Cimaja telah mencapai tingkat internasional dengan adanya Dede Suryana sebagai putra daerah yang berhasil membawa nama baik Indonesia di perhelatan surfing dunia, jejaring internasional yang dimilikinya pun mampu mengangkat wisata minat khusus surfing Cimaja.

Secara kelembagaan, penyelenggaraan surfing di Cimaja juga telah memiliki tata kelola yang cukup baik dengan adanya komunitas Sukabumi Surfing Association (SSA).

Karenanya penyelenggaraan AGAT 2017 ini untuk memperkenalkan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sebagai salah satu destinasi pariwisata minat khusus berkelas dunia, sekaligus mempersiapkan masyarakat untuk mampu mengelola kepariwisataan di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dengan prinsip pengelolaan kepariwisataan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Melalui event ini akan diangkat khususnya wisata papan selancar (surfing). Penyelenggaraan AGAT 2017 ini memiliki prinsip pengelolaan kegiatan yang 80% nya adalah mengangkat potensi lokal, baik di sisi konten acara, seni budaya lokal, maupun keterlibatan masyarakatnya.

“Yang akan turut berperan aktif menyajikan kegiatan AGAT kepada para wisatawan, diantaranya dengan melibatkan komunitas surfing, komunitas pencinta lingkungan, komunitas jeep, komunitas perahu, komunitas budaya, komunitas Balawista, asosiasi pariwisata, siswa dari sekolah umum maupun kejuruan pariwisata, PKK dan lainnya,” pungkasnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY