Promosi Wonderful lndonesia di Davao Lewat Demo Kuliner Guna Jaring Wisatawan Pilipina

0
242

Dua event kuliner di Davao City dan demo masakan Indonesia menjadi daya tarik untuk menjaring 217 ribu wisatawan Pilipina ke Indonesia ( foto; Kemenpar)

DAVAO CITY, Pilipina, bisniswisata.co.id: Kementrian Pariwisata berupaya menarik wistawan Filipina untuk datang ke Indonesia dengan menyelenggarakan dua kegiatan yaitu Indonesian Food and Beverages Expo (IFBE) 2017 dan Indonesian Culinary Festival (ICF) pertama di Davao City.

Kabid Festival pada Asdep Pengembangan Pasar Asean Deputi P3M Kemenpar Budihardjanti mengatakan strategi promosi dari  Wonderful Indonesia ini menjadi momentum untuk mancapai target wisman asal Filipina yang tahun ini dipatok sebanyak 217.000 orang.

“Tahun ini  target kunjungan  wisman nasional sebesar 15 juta orang Kemenpar terus mendorong operator penerbangan untuk membuka rute Manado-Davao. Adanya penerbangan langsung ini nantinya  jumlah turis Filipina yang datang ke Indonesia akan meningkat,” ungkapnya, hari ini

ICF berlangsung pada 17 Maret pukul 18.00 – 21.00 waktu setempat di Café Marco, Marcopolo Hotel menyajikan menu 4 salads, 4 appetizers, 2 soups, 10 main dish (veggies & rice), dan 6 desserts.

Sedangkan 1st Indonesian Food and Beverages Expo (IFBE) di House of Indonesia Davao City pada 17-19 Maret 2017. Pada 18 Maret pukul 14.00 – 16.00 waktu setempat Chef Joko Wiyono dan Chef Muhammad Solihin  melakukan demo masakan Nusantara.

Beberapa menu makanan yang mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat Davao seperti gado gado (mix steamed vegetables with peanut sauce) Asinan Jakarta (mix fresh vegetable, fresh fruit with sweet & sour sauce), Urap (steam mix vegetable with coconut grated sauce), Rujak (mix fresh fruit with palm sugar sauce).

Kemudian juga disajikan telor teri kacang (egg rolled fill with fried ancovy and nuts), Bakwan jagung & udang (fried dumpling corn and prawn), Tahu gejrot (deep fried tofu with palm sugar sauce with shalot and chili padi), Cumi kuah karabu (Roasted squid with coconut milk, shallot, chilli sauce ) serta Sop Buntut (beef oxtail soup), dan Soup ikan (fish soup).

Yang tidak kalah menarik, saat dua Chef membuat Rendang Daging (beef with slow cooked coconut, chilli, shallot sauce), Ayam goreng Lengkuas (fried chicken with galangal), Udang Balado (prawn with chilli sauce), Sate kambing (lamb satay with soy sauce and peanut sauce).

Masakan rumahan seperti  Sayur Lodeh (vegetable with coconut stock), Semur telor (boiled egg with palm sugar & herb stock), Cah kangkung (wok fried vegetable with soy nut sauce), Toge ikan asin (wok fried bean sprout with salty fish).

Menu Nasi goreng kampung (fried rice), Steam Rice juga mendapat perhatian dari tamu. Selain itu juga disajikan kue-kue seperti Klappertart khas Menado, Barongko dan kelepon.

Menurut Budi, sebagian dari menu yang disajikan memang tidak asing bagi sebagian masyarakat Davao, namun dalam gelaran ICF ini terasa istimewa karena dibuat oleh chef yang berpengalaman secara Internasional.

Pendekatan kuliner, kata Budihardjanti, cukup jitu apalagi jarak Manado-Davao sangat dekat, tidak sampai 1.000 km atau sekitar 90 menit terbang dengan Boeing 737-800. Apalagi atraksi wisata di Sulut umumnya sudah berkelas dunia.

Wisata baharinya kuat, baik ‘underwater’ maupun bentang pantainya. “Jadi pembukaan rute Manado-Davao ini menjadi solusi menarik wisatawan Filipina, karena aksesnya dekat ke Pulau Cebu, Davao. Turis di sana bisa ditarik juga ke Manado,” katanya.

Sementara Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao Berlian Napitupulu mengatakan, IFBE dan ICF digelar untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama antara Indonesia dengan Filipina Selatan, khususnya di bidang ekonomi, pariwisata, dan budaya.

Berlian menjelaskan, upaya yang sedang dilakukan KJRI Davao City untuk memajukan hubungan dan kerjasama Indonesia-Filipina, antara lain melalui penyelenggarakan 10 kegiatan promosi dagang, kuliner, kebudayaan dan pariwisata di Filipina Selatan.

Dia juga berharap agar lebih banyak perdagangan langsung antara kedua negara, karena sebagian produk Indonesia di pasar Filipina masuk melalui negara ketiga. (*/HAS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY