Promosi Wisata Indonesia ke Cina Belum Maksimal

0
448
Turis China di Bali (Foto: www.tribunnews.com)

BEIJING, test.test.bisniswisata.co.id: Promosi pariwisata Indonesia ke Cina, belum maksimal, masih rendah dan harus ditingkatkan secara maksimal. Agar kunjungan turis Cina ke Indonesia mengalami grafik kenaikan yang menggembirakan.

“Jika boleh jujur, jarang masyarakat Tiongkok yang tahu Indonesia. Ini salah kita, karena itu kita dorong terus promosi pada masyarakat Tiongkok,” papar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam serangkaian kunjungan ke Beijing 19-21 Mei 2016.

Dilanjutkan, jumlah turis Cina yang melakukan perjalanan wisata ke seluruh dunia mencapai 120 juta pada 2015 atau meningkat pesat dibandingkan 1992 hanya 2,98 juta.

“Dari 120 juta turis Tiongkok yang berwisata ke mancanegara hanya 1,2 juta yang ke Indonesia. Cuma satu persen, masih ada 99 persen kemungkinan lagi,” ungkapnya.

Indonesia menargetkan jumlah kunjungan pelancong Cina ke Indonesia sebanyak dua juta orang atau ada kenaikan 800 ribu. “Target kenaikan itu sudah realiatis. Terlebih hingga Maret 2016 tercatat jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke ke Indonesia rata-rata 130 ribu orang,” jelasnya.

Selain memaksimalkan promosi, Indonesia berharap makin banyak penerbangan nonstop Cina-Indonesia baik penerbangan reguler maupun penerbangan tak berjadwal. “Saat ini kita hanya mampu menyerap jalur penerbangan nonstop Indonesia-Tiongkok sekitar 37 persen. Padahal sebagian besar turis Tiongkok ingin penerbangan nonstop ke Indonesia,” lontarnya.

Menpar meminta maskapai nasional benar-benar memanfaatkan jalur penerbangan ke Cina. “Itu sudah pasti efektif dan efisien, karena pasar Tiongkom sangat besar,” tuturnya.

Apalagi, bukan hanya Indonesia yang menyasar turis Cina. “Bahkan Amerika Serikat pun menyasar turis Tiongkok untuk menggairahkan industri pariwisatanya,” sambungnya.

Duta Besar RI untuk Cina merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo mengatakan pihaknya terus berupaya mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Cina. Termasuk pembukaan rute penerbangan nonstop baik reguler maupun charter dari Tiongkok ke Indonesia.

“Kemudahan akses itu sangat penting, kalau kita ingin meningkatkan kuliah kunjungan turis,” tandasnya.

Cina saat ini merupakan pasar utama pariwisata Indonesia. Pemerintah mentargetkan dua juta wisatawan setiap tahun dengan pertumbuhan 11,39 persen dan pendapatan devisa 2,1 juta dolar AS atau 15,99 persen dari total devisa yang diterima dari sektor pariwisata. (*/AN)

LEAVE A REPLY