Promosi Gratis Wisata Gunung Kidul Manfaatkan Media Sosial

0
586


YOGYAKARTA, Bisniswisata.co.id:
Berkembang pesatnya media sosial beberapa tahun terakhir, menjadi ajang promosi gratis bagi pengelola lokasi wisata di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Langkah ini dianggap strategis, efektif, mengena sasaran dan hasilnya sangat menggembiarakan.

“Memang media sosial sangat membantu kami mengenalkan wisata Gunung Kidul ke penjuru dunia,” papar Yusuf Aditya Putratama, pengelola penyewaan alat snorkling Bintang Nglambor Snorkling (BNS) di Pantai Nglambor, Gunung Kidul, seperti dikutip laman Inilah.com, Selasa (17/3/2015).

Ia mengaku memanfaatkan media sosial baik itu Instagram, Twitter, Facebook, dan Path untuk mempublikasikan. Secara rutin ia mengunggah foto, video, ataupun informasi seputar destinasi yang dikelolanya. “Sebisa mungkin foto kami publikasikan. baik melalui profil telepon genggam dan pesan pribadi rutin menginformasikan mengenai Pantai Nglambor,” katanya.

Menurut Aditya, cara ini cukup efektif untuk menambah jumlah kunjungan. Jejaring sosial pun bisa menampilkan foto maupun artikel mengenai destinasi wisata yang dikelolanya. “Banyak tamu yang datang karena melihat keindahan alam dari jejaring sosial, bahkan beberapa di antaranya dari luar negeri,” katanya.

Untuk itu, pihaknya secara rutin memperbaharui secara berkala di jejaring sosial. “Sebisa mungkin setiap hari memberikan informasi mengenai BNS. Selain itu jam berapa bisa untuk melakukan snorkling, dan apa saja fasilitas,” lanjutnya.

Salah satu staf dari Kampung Emas Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Ervan Bambang mengatakan, selain foto dan artikel yang diunggah menggunakan media sosial, dirinya mengunggah video melalui YouTube. “Selain media sosial, kami membuat film pendek mengenai apa itu Kampung Emas,” kata Bambang.

Melalui film pendek, dirinya memperkenalkan keunikan Kampung Emas. Selain itu, melalui gambar dan suara, calon pengunjung bisa mengetahui apa saja yang disediakan oleh destinasi wisata yang baru beberapa tahun terakhir dikembangkan tersebut. “Kami mencoba menawarkan yang baru. Sehingga butuh pemahaman lebih lengkap, video jadi salah satu alternatif,” katanya. ****

LEAVE A REPLY