Promosi Kuliner Indonesia Buka Jalan Bagi Diplomasi Ekosospol.

0
74

William Wongso ( kedua dari kanan)  menyajikan kuliner Indonesia di Brussel, Belgia yang menjadi diplomasi efektif Ekosospol sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia.

BRUSSEL, bisniswisata.co.id: Promosi Kuliner Indonesia  yang  di selenggarakan di berbagai acara di belahan dunia akan membuka jalan bagi diplomasi dibidang ekonomi, sosial dan politik ( Ekosospol), kata Eka Moncarre, Kepala Visit Indonesia Tourism  Office ( VITO) di Prancis, hari ini.

“Acara resepsi diplomatik KBRI Brussels yang dihadiri lebih kurang 400 undangan menjadi ajang diplomasi yang efektif dimana kuliner Indonesia menjadi salah satu daya tarik yang ditampilkan di Chatteu Saint Anne Brussels Belgia pada 6 September 2017 lalu,” ujarnya.

Acara  ini didukung Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI dan dipimpin oleh Vita Datau Messakh, ketua Akademi Gastronomi Indonesia sekaligus kurator gastronomi kemendikbud yang kembali mengajak pakar kuliner kenamaan William Wongso menyajikan masakan Indonesia.

Menu yang ditampilkan antara lain  Asinan Jakarta dan martabak Rendang Kambing. Sambil menceritakan asal usul makanan dan pengaruh budaya di kedua makanan yang dipertunjukan dalam sesi cooking demo, jelas Eka.

Menurut dia, pada kesempatan itu William Wongso juga mengajak tamu untuk berpatisipasi memasak bersama sehingga seketika area cooking demo manjadi pusat perhatian semua tamu yang hadir dan kemudian mencicipi makanan yang disuguhkan.

Alhasil setelah ditambahkan lagi stok makanannya untuk melayani antrian panjang, delegasi kuliner harus menyerah karena memang makanan yang disiapkan sudah bersih dinikmati para tamu.

“Melihat antusias ini, kami semakin yakin akan kuliner Indonesia mengglobal dan dijadikan media diplomasi yang efektif yang dapat digunakan oleh seluruh perwakilan kita di dunia. Dari diplomasi kuliner bisa lanjut pada kerjasama di bidang ekonomi, sosial dan politik” kata Vita Datau Messakh.

Duta besar Indonesia untuk Belgia,  Yuri Thamrin merasa sangat senang dukungan Kemendikbud dengan mengirim Chefs ke Brussels. Pihaknya menambahkan bahwa keberadaan para chef Indonesia menjadi pemanasan untuk mengikuti Europalia,  sebuah festival seni internasional yang diselenggarakan sejak tahun 1969 di Belgia dan negara-negara Eropa lainnya dengan mengundang negara tamu dan berlangsung selama 4 bulan.

Festival ini mencakup berbagai disiplin kesenian seperti seni rupa, seni pertunjukan (musik, tari, teater), sastra, film, juga seminar. Kesenian yang ditampilkan bisa dalam bentuk tradisi, kontemporer, kreasi baru, dan kolaborasi.
Indonesia terpilih menjadi negara ke-4 di Asia, dan negara Asia Tenggara pertama yang menjadi Negara Tamu yang  akan diselenggarakan mulai dari 10 OKTOBER 2017 hingga  21 JANUARI 2018

 

“Event Europalia harus didukung dengan acara-acara Kuliner karena sudah saatnya kita menggunakan kuliner sebagai pembuka jalan bagi industri lainnya,” kata Vita Datau.

Resepsi diplomatik kali ini juga menjadi pemanasan dari Festival Gastronomi Indonesia yang akan berlangsung Oktober dan November di Brussels dan sekitarnya. Dimana Festival Gastronomi yang mengambil tema ” Experience the Flavour of Indonesia” di tujukan untuk membuka kesempatan dan jaringan bagi pelaku industri kuliner dan produk lokal Indonesia.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Hilmar Farid dikesempatan terpisah menyampaikan bahwa program gastronomi yang akan dilaksanakan dibawah payung Rumah Budaya Indonesia harus menjadi ajang untuk memperkuat jaringan dan tidak hanya sebatas kuliner tapi harus dapat menjadi alat bagi pengembangan Trade Tourism and Investment ( TTI)   bagi Indonesia.

Resepsi diplomatik di Brussels ini memberikan gambaran yang positif dan optimis bahwa kuliner Indonesia bisa diterima oleh penduduk ibu kota Uni Eropa Brussels yang multi culture. 

 

LEAVE A REPLY