Program IM Possible Metro TV edisi ‘Kesempatan Kedua’ Tampilkan Komunitas Billioner Mindset (BM)

0
1402
Pendiri Komunitas Billioner Mindset, Frans Budi Pranata (kiri) dan Temoteus Talip, koordinator buku The Mindset of 100 Succesful Billionaires bersama para host IM Possible.

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Tayangan program IM  Possible di Metro TV edisi 15 Mei  2016 jam 20.00 mendatang punya daya magnet khusus karena di samping temanya yang menarik yaitu “Kesempatan Kedua”, juga nara sumber dan penontonnya sebagian besar berasal dari satu komunitas yang sama yaitu Billioner Mindset (BM).

Merry Riana, pembawa acara yang selalu menyebarkan semangat ‘Pasti Bisa’ dengan berbagi solusi dan juga inspirasi bersama dua coach lainnya yaitu James Gwee, coach dalam bidang business & sales management serta Dedy Susanto, coach dalam bidang pemulihan jiwa,  kali ini kedatangan tamu Laura Lazarus.

Hadir bersama lebih dari 60 anggota komunitas BM yang mengenakan Batik Trusmi Cirebon, mantan pramugari yang sejak kecil sudah memendam impian menjadi seorang pramugari itu bercerita pengalamannya memanfaatkan “Kesempatan Kedua” dengan memulai dari apa yang ada pada dirinya.

Laura  dapat mewujudkan impiannya menjadi pramugari, namun di usia 19 tahun itu pesawatnya  mengalami kecelakaan di Solo dan mendarat di kuburan sehingga dia  mengalami luka-luka sangat parah di sekujur tubuh.  Pesawat yang ditumpanginya sebagai awak cabin ini tergelincir saat hendak mendarat di Bandar Udara (Bandara) Adisumarmo, Solo, Jawa Tengah pada 2004.

Sedikitnya  26 orang tewas, 55 orang luka berat dan 63 orang luka ringan dan luka-luka Laura cukup mengerikan karena tulang pipi kanan hancur, tulang tangan kanan bergeser jatuh ke bawah, tulang pinggang patah, tulang kaki juga patah dan daging betisnya hilang seukuran tangan. Menjalani 17 kali operasi, duduk di kursi roda dan akhirnya mampu berjalan kembali telah dilalui. Sekian tahun Laura tak mampu berjalan karena tulang kakinya retak lagi.

Laura Lazarus, memanffatkan Kesempatan Kedua dengan memanfaatkan dari apa yang ada pada dirinya.
Laura Lazarus, memanfatkan Kesempatan Kedua dengan memanfaatkan dari apa yang ada pada dirinya.

Laura  menghadapi beban hidup yang tak ada habis-habisnya untuk biaya pengobatan dan biaya operasi yang harus ditanggung sendiri. Namun pengalaman dekat dengan kematian itu justru membuatnya sadar untuk tidak terlalu sibuk menilai betapa sulitnya hidup ini padahal punya potensi dan sesuatu yang dapat dikembangkan dan dibagikan.

Keinginan membuat hidup lebih bermakna bagi orang lain justru menjadi motivasi bagi Laura untuk menulis buku dengan judul Unbroken Wings yang terbit pada 2008 tentang kisah masa kecil dan puncaknya saat kecelakaan pesawat yang mengubah hidupnya itu.

Perjuangannya kemudian diuji lagi karena tulang kakinya retak  saat berada di Hongkong sehingga kini dia harus menggunakan penopang kaki itu dan membuat geraknya terbatas,  tidak bisa leluasa beraktivitas.

“Kesempatan kedua saya manfaatkan belajar menulis dari berbagai sumber dan teman-teman hingga bisa menulis. Saya lalu menularkannya pada orang lain sehingga akhirnya tahun 2014 memberanikan diri mendirikan sebuah penerbitan bernama Growing Publishing,” ungkap Laura yang aktif dalam kegiatan pelayanan Gereja.

Lewat usahanya itu, Laura bersama teman-temannya seperti Timoteus Talip, Amelia Hirawan, Rizkyta Ananda Putri menyusun sebuah buku The mindset of 100 Succesful Billionaires yang berisi kisah inspirasi dan motivasi, kiat bisnis, kisah sukses dan  self development dari 100 orang penulisnya yang terdiri dari para pengusaha.

Buku itu diluncurkan bersamaan program IM Possible dimana diantara 100 penulisnya adalah Merry Riana, James Gwee, Andrie Wongso, Bong Chandra, Yusuf Mansyur, Ade Rai hingga artis Luna Maya ikut berpartisipasi. Temoteus Talip mewakili penulis menyerahkan buku tersebut pada para host.

“Tidak semua teman yang bergabung dalam buku itu biasa menulis karena banyak juga yang baru pertama kali menulis sehingga tim kami harus bekerja ekstra,” ungkapnya saat tapping program siaran ini  beberapa waktu lalu.

Hal menarik lainnya dari tayangan IM Possible adalah pengalaman dari sisi penonton yang juga mendapatkan “Kesempatan Kedua”. Hal ini terjadi pada Tommy Wong, pengusaha yang malam itu membagikan 100 charger handphone dan menjadi bagian komunitas BM juga.

Mantan preman yang lahir dari keluarga mapan dan ayahnya menjadi pewaris usaha keluarga ini diusia 8 tahun  harus kehilangan orang yang dikasihinya itu. Sementara sang ibu di teror terus oleh paman-pamannya hingga stress berat dan harus diterapi di rumah sakit jiwa, sementara adiknya semata wayang akhirnya diasuh nenek dari pihak ibu di Sumatra.

Berupaya bertahan dirumah orangtua yang diperebutkan paman-pamannya, Tommy bertahan hidup sendiri dan bekerja membersihkan kantin sekolah untuk mendapatkan makan dari ibu kantin. Dia juga tidak segan menjadi tukang sapu, belajar dari abang becak dan preman pasar dan pekerjaan kasar lainnya demi sesuap nasi.

Mendapat perlakuan tidak wajar dari saudara-saudara kandung almarhum ayahnya tidak membuat Tommy Wong sakit hati tetapi justru terpicu untuk menjadi orang sukses dan peduli pada anak-anak terlantar seperti anak-anak yatim piatu.

Semangat bertahan hidup dan keinginan untuk sukses memicunya tumbuh besar hingga akhirnya menjadi pedagang handphone yang lalu dipercaya sebagai dealer resmi sebuah brand handphone merek ternama.

“Selama 15 tahun perjuangan dan komitmen untuk menolong anak-anak yatim piatu akhirnya kini saya bisa menyisihkan keuntungan dan membeli tanah 1000 meter untuk membangun yayasan sosial bagi anak yatim piatu,” ungkap Tommy Wong..

Dia menilai untuk menjadi sukses dalam usaha bukan dari besarnya modal yang dimiliki tetapi semangat bertahan hidup  dan melatih mental menghadapi apapun hingga bisa member arti dalam hidup. “Dimana ada kebaikan, di situlah kemulian Tuhan dinyatakan,” tegasnya. ( Hilda Ansariah Sabri)

 

LEAVE A REPLY