Prof Subroto: Pariwisata Mesin Pertumbuhan Ekonomi

0
553
Turis asing di Borobudur

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Ekonom Senior dari Universitas Indonesia Prof, Subroto mengakui kekuatan pariwisata bisa menjadi the enginee of growth (pendorong pertumbuhan ekonomi) yang ke-empat setelah perdagangan internasional, konsumsi domestik dan investasi.

Namun untuk meningkatkan kemakmuran, pariwisata harus dibangun berdasarkan kebersamaan dan gotong royong sehingga tidak menciptakan kesenjangan baru dalam masyarakat. “Teori ekonomi yang menyebut keserakahan individual adalah hal yang baik sudah tidak relevan. Krisis ekonomi global yang sudah berkali-kali terjadi adalah akibat penerapan teori itu,” ujar Prof Subroto seperti dilansir laman traveltourismindonesia.com, Jumat (19/12/2014).

Sekarang ini, lanjut Ketua Dewan Pembina Sinergi Indonesia, ada peluang besar untuk menerapkan gagasan tersebut. Yakni Undang-Undang Desa yang akan mengalirkan dana pemerintah ke desa hingga Rp 1,4 miliar per desa. Namun, tanpa adanya inisiatif dan pemberdayaan di tingkat desa, dana itu justru akan merusak masyarakat desa. Sebab, korupsi justru akan sampai di desa.

Pengentasan kemiskinan harus ditangani dengan cara menumbuhkan inisiatif berbasis lokal. Karena itu, pembangunan ekonomi membutuhkan local hero untuk mengembangkan potensi-potensi lokal itu. “Pemerintah sifatnya hanya membantu dan memfasilitasi. Tapi kuncinya justru di masyarakatnya sendiri,” papar Subroto.

Diakuinya, pembangunan yang sudah berjalan selama ini kurang bertumpu pada pembangunan manusia, sehingga inisiatif-inisiatif lokal kurang dihargai. “Sekarang kita belajar untuk mengatakan pembangunan bukan soal membangun gedung, mal, dan fasilitas lainnya. Tapi bagaimana membangun manusianya,” kata Subroto yang terlihat prima pada usia 91 tahun. ****

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.