Presiden Jokowi: Unggah Foto Tempat Indah di Indonesia

0
67
Presiden Joko Widodo melihat pemandangan indah kawasan wisata Raja Ampat dalam rangkaian kunjungannya ke Papua Barat, Jumat (1/1). Presiden Jokowi berada di Raja Ampat dalam rangka menyambut pergantian dari tahun 2015 menuju ke tahun 2016. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Agus Suparto/nz/15.

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo menyatakan perkembangan media sosial telah mengakibatkan pergeseran konsumsi, dari konsumsi barang ke konsumsi pengalaman yang berbentuk jasa. Hal tersebut terlihat dari ramainya masyarakat yang menunggah momen lucu dan menyenangkan saat mengunjungi suatu tempat melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, atau Twitter.

Lucunya, Presiden mengakui juga ingin mengunggah hal serupa dalam laman media sosialnya, namun hal tersebut sangat terbatas untuk dirinya selaku Kepala Negara. “Saya kadang-kadang juga ingin, pasang foto yang aneh-aneh gitu. Tapi nanti ada yang bilang, Presiden narsis. Jadi saya batasi kadang-kadang,” candanya, saat membuka Indonesia Business & Development Expo, Rabu (20/9/2017).

“Staf saya bilang, jangan pak jangan yang itu [unggah foto]. Memang presiden ada batasan-batasan, itu yang saya enggak senang,” lanjutnya masih sambil bercanda.

Presiden bersyukur masih bisa mengunggah foto di tempat yang indah di Indonesia, seperti saat dirinya mengunjungi Raja Ampat, di Papua dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. “Kalau orang lain ada acara foto-foto asyik bisa keluarin, saya enggak bisa. Foto-foto di tempat yang indah ya masih bisa lah, ke Raja Ampat, Labuan Bajo,” ujarnya.

Dia melanjutkan foto acara aneh nggak bisa dikeluarkan. namun Video singkat yang lucu-lucu masih berani mengeluarkan. Dicontohkan saat penyanyi Raisa Andriana datang ke Istana bersama artis dan penyanyi lainnya. Saat itu, foto yang diambil oleh stafnya menggambarkan Raisa yang tengah memandangi Presiden Jokowi yang waktu itu berdiri disebelahnya.

“Kayak foto saya sama Raisa, ada yang ambil, saya pas ngomong ada Raisa di sebelah saya, dia memandang saya, jangan di balik. Itu jadi hits dan trending topik di dunia maya. Mungkin lebih trending kalau saya yang memandang dia, tapi itu jadi merepotkan nantinya,” canda kepala negara.

Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan bahwa perkembangan media sosial saat ini terjadi tanpa batas. Setiap pengguna media sosial bisa menyampaikan apa saja dan menunggah kegiatannya secara terbuka. Hanya saja, tidak semua aktivitas tersebut dapat dipahami masyarakat. Banyak hal-hal yang tidak semestinya kemudian melahirkan persepsi yang beragam.

Perkembangan media sosial telah mengakibatkan pergeseran konsumsi, dari konsumsi barang ke konsumsi pengalaman yang berbentuk jasa. Hal tersebut terlihat dari ramainya masyarakat yang menunggah momen lucu dan menyenangkan saat mengunjungi suatu tempat melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, atau Twitter.

Mantan Gubenur DKI Jakarta mengingatkan kepada para pengusaha untuk mengikuti perkembangan zaman jika ingin terus eksis dhingga masa depan. Saat ini pola konsumsi masyarakat sudah bergeser dari yang konvensional menjadi online. Karenanya, memanfaatkan sosial media menjadi salah satu hal yang dicontohkan Jokowi untuk menarik perhatian masyarakat dan menjual produk yang dimiliki.

“Kita semua pahami e-commerce, ada pergeseran perdagangan dari dunia offline menuju online, kita sudah hadapi itu. Daripada orang jauh ke toko, kena macet di jalan, ngantri di kasir, tapi cuma kekuarkan hp buka aplikasi, pesan di aplikasi, bayar dalam aplikasi, masukin alamat, tinggal tunggu barang diantar sampai rumah,” sambungnya. (*/NDIK)

LEAVE A REPLY