Presiden Jokowi Undang Pengusaha Korsel Investasi Pariwisata

0
139
Candi Borobudur ditawarkan wisatawan Korea

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang para pengusaha asal Korea Selatan (Korsel) untuk berinvestasi di bidang pariwisata dan industri kreatif di Indonesia. Mengingat, negara ini dengan luas yang sangat besar. Dari barat ke timur Indonesia, jaraknya hampir sama dari London ke Dubai.

“Indonesia juga, adalah negara yang indah, dengan masyarakatnya yang sangat ramah dan hangat. Indonesia adalah negara tropis, surga kepulauan,” ucap Jokowi saat membuka Indonesia-Korea Business Summit 2017 di Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Dalam sambutan berbahasa Inggris dijelaskan saat ini negara-negara berada dalam tahap revolusi industri keempat yang mencakup kecerdasan buatan, penggunaan robot, teknologi pesawat tanpa awak (drone), mobil yang dapat berjalan otomatis hingga perkembangan bioteknologi.

“Saya tidak ragu, Korea Selatan memainkan peran utama dalam revolusi teknologi ini. Tapi revolusi itu juga mendatangkan paradoks karena bila hampir segala sesuatu dikerjakan dengan robot, konsumen bayar mahal untuk produk yang dikerjakan dengan tangan. Saat yang sama ketika segalanya dikerjakan dengan kecerdasan buatan dan ‘drone’ saya yakin sentuhan manusia menjadi lebih penting dari pada sebelumnya,” ungkap Presiden.

Kepala negara menilai masyarakat pun akan memberikan perhatian lebih kepada pengalaman langsung, untuk menciptakan memori dan berbagi memori. Karena itu ekonomi kita bergeser lebih kepada sektor jasa seperti pariwisata dan industri kreatif.

Dan Indonesia adalah tempat yang aman untuk mengalami pengalaman kreatif sekaligus petualangan karena ditunjang dengan kekayaan budaya, tradisi, kerajinan tangan yang sangat cocok untuk menciptakan industri kreatif dan aktivitas sosial, jelas Presiden.

Apalagi Indonesia adalah negara pengguna keempat terbesar “Facebook” dan Jakarta adalah pengguna nomor satu “Twitter” karena masyarakat Indonesia dan Jakarta sangat suka berinteraksi sosial dan selanjutnya berinteraksi lewat media digital.

“Kita berada pada masa industri kita berubah sehingga fokus ekonomi kita pun berubah. Kita ingin ikut dalam revolusi industri keempat dan saya mengajak kita untuk menjalani pengalaman itu bersama-sama,” ungkapnya.

Presiden Jokowi lantas menyinggung mengenai Pulau Bali, yang saat ini sudah terkenal di dunia. “Indonesia memiliki banyak tempat yang tidak kalah hebatnya dari Bali. Pemerintah saya sudah meluncurkan program yang disebut sebagai 10 Bali baru,” ucap Jokowi.

Sepuluh tempat wisata itu, yakni Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Menutup pidatonya, Jokowi menyampaikan ajakan untuk berjalan-jalan di Indonesia dengan menggunakan bahasa Korea. “Gatchi Gapsida, Kamsa Hamida (Ayo kita jalan-jalan bersama, terima kasih),” kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin.

Indonesia-Korea Business Summit dihadiri oleh lebih 500 peserta termasuk bos-bos konglomerat (Chaebol) asal Korea Selatan untuk mempromosikan peluang investasi Indonesia.

Sejumlah sektor yang dinilai menjanjikan adalah sektor industri, pariwisata, energi dan ekonomi kreatif, manufaktur, gaya hidup, konektivitas dan teknologi informasi..

Dalam kegiatan itu juga akan ditandatangani Nota Kesepahaman promosi investasi antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Korea Trade and Investment Agency (KOTRA).

Acara tersebut dihadiri perusahaan-perusahaan papan atas Korea Selatan seperti Sohn Kyung-Shik (Chairman C! Group), Chung Iin Haeng (President of Hyundai Motor Group), Cho Yangho (Chairman Korean Air), Kwon Ohjoon (Chairman Posco), JK Shin (President Samsung), 5. Icon Kim (Chairman and CEO Ssangyong E&C), Park Jin Soo (CEO LG Chem) maupun Lee Soo-Man (Chairman 5M Entertainment Group). (BBS)

LEAVE A REPLY