Presiden Jokowi Seriusi Tangani Pariwisata Borobudur

0
881
Turis menikmati Suasana Candi Borobudur (Foto: halloindo.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: PRESIDEN Joko Widodo dijadwalkan bertolak menuju Kabupaten Magelang, Jawa Tengah untuk kunjungan kerja sehari, Jumat (29/01/2016). Di Magelang, Presiden Jokowi akan menggelar rapat terbatas Kabinet Kerja yang khusus membahas tentang Rencana Pengembangan Destinasi Borobudur dan Badan Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur. Presiden Jokowi telah menetapkan tahun 2016 sebagai Tahun Percepatan Akselerasi dalam rangka mewujudkan pencapaian target pembangunan di sektor pariwisata.

Tahun ini, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 12 juta orang dengan nilai devisa Rp 172 triliun. Sedangkan, jumlah perjalanan wisatawan Nusantara diproyeksikan sebanyak 260 juta perjalanan dengan dana yang dibelanjakan mencapai Rp 223,6 triliun.

Selain itu, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional diharapkan meningkat menjadi lima persen dan menciptakan lapangan kerja untuk 11,7 juta orang.
Tahun 2015, pencapaian di pariwisata adalah 10 juta wisatawan mancanegara, wisatawan Nusantara 255 juta orang, dan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional sebesar empat persen.

Devisa yang dihasilkan adalah sebesar Rp 155 triliun, pembukaan lapangan kerja untuk 11,3 juta orang, dan Indeks Daya Saing terdongkrak 20 poin menjadi 50 dari 141 negara.

PT Taman Wisata Candi (TCW) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko menargetkan jumlah kunjungan wisatawan 5,99 juta orang. Dari jumlah tersebut, 5,4 juta orang berasal dari wisatawan nusantara (wisnus) dan 572.350 wisatawan mancanegara (wisman).

Kepala Departemen Pemasaran PT. TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Emelia Eny Utari mengatakan, target kunjungan wisatawan ke tiga candi tersebut meningkat sedikit dibandingkan tahun lalu. Selama 2015, total jumlah wisnus yang berkunjung 5,2 juta orang sementara wisman mencapai 466.935 orang. “Tahun ini banyak libur panjang akhir pekan. Mudah-mudahan itu bisa mendongkrak pertumbuhan jumlah pengunjung ke tiga candi,” katanya.

Selama 2015 jumlah kunjungan wisman masih belum mencapai target. Hal itu dikarenakan kondisi dan situasi ekonomi yang dinilai kurang mendukung. Berbeda dengan kunjungan wisnus yang menurutnya melebihi dari target yang dicanangkan. “Peningkatan wisnus mencapai antara 10-15 persen. Selain kalangan pelajar dan mahasiswa, kunjungan ke tiga candi itu juga banyak dari keluarga,” tandasnya.

Diakui isu keamanan menjadi salah satu syarat agar jumlah kunjungan wisatawan meningkat. Terutama, untuk menggaet wisman. Jika masalah keamanan tidak tertangani hal itu akan memukul semua destinasi wisata. Terkait masalah keamanan tersebut, TCW telah berkoordinasi dengan pihak berwajib. “Peningkatan keamanan pasti ada (pasca-aksi terorisme di Thamrin, Jakarta). Kami juga akan meningkatkan pelayanan kepada pengunjung untuk memberikan rasa nyaman bagi wisatawan yang berkunjung,” katanya. (*/end)

LEAVE A REPLY