Presiden Jokowi: Pariwisata Terbanyak Serap Tenaga Kerja

0
326
turis asing saksikan mataharo terbit di Puncak Gunung Batur (Foto: mahardikatravel.wordpress.com)

SIMALUNGUN, test.test.bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo menegaskan pariwisata merupakan sektor paling banyak menyerap tenaga kerja daripada sektor lain. Meski demikian, memang perlu perubahan kultur masyarakat

“Perubahan kultur masyarakat diperlukan karena pada dasarnya masyarakat harus mampu melayani wisatawan yang datang ke kawasan itu. Saya berharap tokoh masyarakat, agama, dan adat bisa memberi pengarahan kepada masyarakat,” pesan Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat kawasan Danau Toba di Simalungun, Sabtu (20/8) malam.

Perubahan kultur masyarakat diperlukan, tambah kepala negara, karena pada dasarnya masyarakat harus mampu melayani wisatawan yang datang ke kawasan itu. “Saya berharap tokoh masyarakat, agama, dan adat bisa memberi pengarahan kepada masyarakat,” kata Jokowi.

Disebutkan, kawasan Danau Toba memiliki potensi besar untuk berkembang pesat karena sudah dikenal masyarakat internasional. Namun dalam beberapa tahun terakhir mengalami “penurunan citra dan branding sebagai kawasan wisata.”

“Yang kita kembangkan di sini adalah ekoturisme, juga di zona otoritas akan dibangun tempat meeting, konferensi dan pameran yang akan cakup 600 hektare dan juga akan lebih diperkuat karakter dan nilai budaya, warisan budaya yang ada di Pulau Samosir. Itu akan menarik untuk diangkat sebagai warisan budaya dan tujuan wisata,” kata Jokowi.

Menurut Presiden, untuk pengembangan kawasan Danau Toba yang kini dijadikan sebagai 10 destinasi wisata lewat peraturan presiden, yang pertama harus dilakukan adalah meningkatkan kapasitas Bandara Silangit.

“Saya perintahkan Menhub dan Angkasa Pura agar runway diperlebar dan diperpanjang. Saya minta agar terminal dalam seminggu diruntuhkan dan akhir tahun ini harus selesai yang baru,” ungkapnya seperti diunduh laman Antara.

Ia juga memerintahkan Garuda Indonesia untuk terbang ke Bandara Silangit tiga kali, baik isi maupun kosong. “Patut kita syukuri penumpang selalu penuh sehingga ada penerbangan tiap hari yang tidak hanya dilakukan oleh Garuda, tetapi ada yang lain, seperti Sriwijaya dan Wings Air.

Jokowi menyebutkan saat perencanaan pembangunan terminal Bandara Silangit hanya untuk menampung 150 ribu orang penumpang per tahun. “Dalam perkembangannya saat ini, yang dibutuhkan berkapasitas 180 ribu orang per tahun,” katanya.

Ia menyebutkan pemerintah akan membangun taman bunga berkelas internasional untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata. “Besok saya mau lihat sendiri tempatnya,” katanya.

Jokowi juga berharap masyarakat di sekitar Danau Toba menanam pohon untuk menjaga kualitas lingkungan. “Tadi siang saya sudah tanam. Targetnya 300 ribu per kabupaten, satu juta per tahun untuk semua kabupaten. Kita tidak ingin air Danau Toba berkurang karena degradasi lingkungan,” katanya.

Mengenai karamba di Danau Toba, Presiden mengatakan, “Tidak bermaksud menghapusnya. Perlu penanganan dampak yang menyebabkan polusi dengan cara mungkin ada instalasi pengolah air limbah.” (*/ANO)

LEAVE A REPLY