Presiden Jokowi: Nias Harus Fokus di Pariwisata

0
353
Presiden Jokowi dan ibu negara kunjungi Nias (setkab.go.id)

NIAS, test.test.bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut potensi Kabupaten Nias berada pada sektor pariwisata dan perikanan. Hal ini diungkapkannya saat melihat langsung potensi dari daerah tersebut yang dapat ditingkatkan ke depannya.

“Saya lihat dari atas pas turun, potensi terbesar ada dua menurut saya. Pertama, pariwisata dan kedua perikanan. Dua ini kita harus fokus,” kata Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat kunjungan kerja ke Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Jumat (19/8). Kunjungan ini untuk melihat langsung potensi Nias yang dapat ditingkatkan ke depannya.

Bila Kabupaten Nias ini fokus pada dua potensi tersebut, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut akan meningkat dengan tajam. Untuk itu, Jokowi pun meminta pembangunan industri cold storage perikanan untuk dapat dimulai.

Jokowi juga menerangkan, faktor keamanan juga masih sangat diperlukan untuk menguatkan potensi ini. Faktor keterbukaan menerima investasi juga diperlukan. Faktor dalam menerima wisatawan juga harus terus disampaikan ke masyarakat.

Menyinggung kondisi infrastruktur jalan dalam memaksimalkan potensi wisata di Nias, Presiden Jokowi menegaskan saat ini sudah tidak ada masalah yang berarti.”Tadi saya lihat di beberapa ruas jalan, di sini insha Allah tidak ada masalah,” tegasnya.

Terkait keluhan masyarakat dan Pemda setempat mengenai kekurangan listrik, dimana yang tersedia hanya 27
megawatt sementara yang dibutuhkan 50 megawatt, Presiden langsung berjanji akan segera memenuhinya. “Saya jawab langsung tadi. Saya tambah 25 megawatt. Yang sekarang ada 27, saya tambah 25 megawatt. Selesai nanti bulan Oktober,” terang Presiden.

Persoalan kekurangan listrik di Nias, rupanya pemerintah daerah memperhitungkan kebutuhan listrik daerah apabila proyek pariwisata daerah tersebut berhasil berkembang. “Kalau pariwisata di sini berkembang, masih kurang 25 megawatt,” terang Presiden menirukan laporan yang diterimanya tersebut.

Presiden pun akhirnya menyanggupi untuk menambahkan sebesar 25 megawatt lagi pada akhir 2017. Sehingga total jumlah pasokan listrik yang akan dibangun pemerintah di Kabupaten Nias hingga akhir 2017 ialah sebesar 50 megawatt.

Presiden meminta pemerintah daerah setempat untuk juga berusaha mendatangkan investor yang mampu memajukan pariwisata daerah tersebut. “Datangkan investor yang berkaitan dengan pariwisata, hotel-hotel, semua harus segera masuk. Tapi Pak Bupati dan gubernur memang rajin, waktu saya bicara ternyata sudah disiapkan,” ungkapnya.

Terkait persoalan runway bandara tak mendukung kehadiran pesawat-pesawat besar, kepala negaramenyanggupinya. Ada tahap pertama, pemerintah akan menambahkan panjang runway Bandara Binaka sepanjang 2.200 meter. Kemudian, pada tahap berikutnya, pemerintah menyanggupi untuk kembali menambahkannya sepanjang 2.800 meter.

“Ditambah jadi 2.200 di tahap pertama. Itu yang bomber sudah bisa masuk. Tahun depannya saya tambah 2.800. Berarti semua pesawat sudah bisa turun,” terang Presiden seperti diunduh laman Setkab.go.id, Sabtu (20/08/2016).

Saat berkunjung ke Pulau Nias itu, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi. (*/NDY)

LEAVE A REPLY