Presiden Jokowi Minta Pebisnis AS Tingkatkan Investasi Pariwisata

0
89
Presiden Jokowi Bertemu Pebisnis AS (Foto: Setkab.go.id)

JAKARTA. bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada pebisnis Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam US ASEAN Business Council agar meningkatkan investasi di Indonesia, salah satunya bidang pariwisata.

“Memang tujuan kami datang ke sini (Indonesia) untuk melihat bagaimana kami bisa bekerja sama untuk mendukung Indonesia sebagai destinasi investasi Amerika,” jelas President & CEO US ASEAN Business Council Alexander C. Feldman usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Salah satu investasi yang dibicarakan terkait 10 Bali baru atau 10 destinasi wisata prioritas antara lain Belitung, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Gunung Bromo, Taman Nasional Wakatobi, dan Morotai.

Amerika sangat mendukung membawa lebih banyak investor di Indonesia bidang pariwisata. Khusus untuk 10 Bali baru ini ada beberapa perusahaan yang tertarik, seperti Master Card, Visa dan Expedia. Expedia akan membantu para turis menemukan jadwal penerbangan dan hotel. “Untuk itu kami sangat senang mempelajari lebih luas lagi dalam bidang pariwisata di berbagai daerah di Indonesia,” tutur Alex.

Terlebih, saat ini Indonesia sudah mendapat label investment grade. Peringkat ease of doing business Indonesia juga naik drastis dari posisi 120 menjadi 78.

Terkait rencana Disneyland akan membuka di Indonesia. “Kami (AS dan Jokowi) berdiskusi soal itu. Tetapi karena Disneyland tidak termasuk dalam perwakilan bisnis yang saya bawa ke Indonesia, saya tidak bisa berkomentar terkait rencana ke depan Disneyland di Indonesia,” tuturnya.

US-Asean Business Council membawa perwakilan dari 41 perusahaan dalam lawatan selama tiga hari di Indonesia. Beberapa perusahaan yang dimaksud antara lain Expedia, Axa, Apple, Coca Cola, Amazon, Cigna, Procter&Gamble.

Ditambahkan saat pertemuan, Presiden Jokowi dan US-ASEAN Business Council berdiskusi tentang cakupan luas pengalaman industri Amerika di Indonesia, terutama beberapa hal yang berubah di beberapa tahun terakhir. “Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya peringkat EODB Indonesia. Sementara, lembaga pemeringkat utang (credit rating agency) menaikkan peringkat Indonesia,” tutur Alex.

Alex juga menyampaikan bahwa US-ASEAN Business Council merepresentasikan bisnis Amerika di wilayah Asia Tenggara. Khusus di Indonesia, US-ASEAN Business Council memiliki kantor di Jakarta.

Selain berbicara pariwisata, juga melihat apakah US-ASEAN Business Council bisa membantu Presiden Jokowi dalam mewujudkan peningkatan ekspor Indonesia dan bekerja sama mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi Amerika.

“Kami berpendapat hal ini merupakan tantangan juga kesempatan, beberapa tantangan antara lain data localization. Jadi kami berusaha untuk mendapatkan data, ketentuan dan peraturan, cara untuk memproyeksikan penduduk Indonesia, sekaligus melakukan bisnis berjalan secara kondusif,” pungkas Alex.

Sementara Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan Pebisnis Amerika Serikat mengapresiasi upaya reformasi ekonomi yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Beberapa perusahaan dilaporkan tertarik memperdalam bisnisnya di Indonesia.”Tadi mereka memberikan masukan kepada pemerintah. Mereka juga sangat puas dengan progres yang dibuat pemerintah,” papar Menteri Luhut

Dilanjutkan, beberapa perusahaan AS dilaporkan memiliki rencana investasi di Indonesia misalnya Mattel, produsen boneka Barbie, ingin menambah produksinya di Indonesia. “Hypertech mau masuk lagi. Infrastruktur ada beberapa tempat yang tertarik tapi enggak spesifik,” jelasnya.

Menurutnya, tawaran Indonesia kepada pebisnis AS terkait peluang investasi dan perdagangan akan dilakukan per proyek yang sudah berjalan. “Nanti tanggal 18 di AS ada pertemuan World Economic Forum. Indonesia diminta untuk mempresentasikan program ekonomi yang mereka bisa masuk segera. Jadi tidak lagi bicara proyek umum tetapi ke proyek LRT Refinancing, Kertajati,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir. (HMS/NDIK)

LEAVE A REPLY