Presiden Jokowi: Medio 2018 Bandara Kertajati Beroperasi

0
43
Presiden Joko Widodo mengamati maket proyek pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis (14/1). Pembangunan Bandara seluas 1800 Ha yang dimulai tahun 2013 tersebut, menggunakan APBN Kemenhub sebesar Rp 375 miliar (37,5 persen) dari total kebutuhan Rp 1 triliun, dilengkapai dengan dua buah landasan pacu, yang mampu menampung pesawat sekelas Boeing 747 atau Boeing 777 berkapasitas 5,6 juta penumpang per tahun. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/foc/16.

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan operasional Bandara Kertajati dapat dimulai pada medio 2018. Bandara Kertajati yang terletak di Majalengka, Jawa Barat disebut memiliki nilai investasi sebesar Rp2,6 triliun dengan rencana daya tampung mencapai 5,6 juta penumpang per tahun.

Presiden meyakini bandara ini akan berdampak positif bagi masyarakat dan negara. “Ini adalah airport yang sangat besar, sangat bermanfaat untuk mendorong mobilitas barang (dan) orang terutama di Jawa Barat. Dan kita harapkan betul-betul bisa menggerakkan ekonomi kita,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun Angkatan Muda Siliwangi (AMS) ke-51 di Gedung Merdeka Kota Bandung, Kamis (28/12/2017).

Bandara Kertajati ini rencananya untuk sementara akan melayani 14 rute penerbangan. 10 rute untuk penerbangan domestik dan empat rute penerbangan internasional. Singapura, Kuala Lumpur, Malaysia dan Bangkok, serta Thailand adalah rute penerbangan internasional yang akan dilayani di Bandara Kertajati. Bandara ini juga akan melayani penerbangan ke Arab Saudi untuk umrah dan haji.

Jokowi menegaskan pembangunan bandara di Jawa Barat akan terus dilakukan. Setelah Kertajati, bandara lain akan dibangun di Sukabumi.
Presiden mengatakan pembangunan bandara di Sukabumi bakal dimulai pada 2018. Namun, dia enggan membocorkan lokasi pembangunannya karena dikhawatirkan harga tanah akan melonjak.

“Tetapi, di sebelah mana, Bapak Ibu jangan tanya ke saya karena begitu tahu tanahnya akan melonjak. Enggak jadi bangun airport, tahu-tahu groundbreaking. Nanti baru diputuskan setelah urusan tanah selesai,” jelas Jokowi.

Disisi lain, Presiden berharap pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sudah selesai pada pertengahan 2019. Dengan begitu, waktu tempuh jarak Jakarta-Sukabumi dapat dipersingkat dengan hanya 60 kilometer. “Saya pernah mengalami sendiri enam jam,” ujar Presiden.

Presiden mengatakan pemerintah juga telah memulai pembangunan jalur ganda rel kereta Bogor-Sukabumi pada dua minggu lalu. “Kita harap Bogor Sukabumi Cianjur, semaunya tersambung double track,” lanjut dia.

Bekas Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pembangunan bandara udara di Sukabumi juga akan dimulai pada 2018. Presiden mengaku tidak akan membocorkan lokasi pembangunan tersebut karena khawatir harga tanah yang melonjak. “Tapi di sebelah mana, Bapak/Ibu jangan tanya ke saya karena begitu tahu tanahnya akan melonjak, enggak jadi bangun airport, tahu-tahu groundbreaking, nanti baru diputuskan setelah urusan tanah selesai,” kata dia. (HMS)

LEAVE A REPLY