Presiden Jokowi: Kembangkan Terus Budaya Batik

0
790
Presiden Jokowi (Foto: http://www.beritamoneter.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan budaya batik pada Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober. Industri batik merupakan salah satu bentuk industri kreatif yang dapat menggerakkan ekonomi nasional.

Ajakan itu disampaikan melalui cuitan yang dia unggah pada Minggu, 2 Oktober 2016. Memperingati hari batik nasional pada 2 Oktober ini, Presiden Joko Widodo tak lupa untuk turut mengajak masyarakat agar terus mengembangkan batik yang telah menjadi warisan budaya Indonesia yang diakui dunia.

“Kembangkan terus batik sebagai industri kreatif yang menggerakkan ekonomi nasional. Selamat Hari Batik Nasional 2016 – Jkw,” tulisnya di akun @jokowi.

Setiap tanggal 2 Oktober disepakati sebagai Hari Batik Nasional, juga untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia.

Ketua Citra Kartini Indonesia – Perkumpulan Pemberdayaan Perempuan (CIRI), Ayu Reni Rosan, mengatakan Presiden Jokowi melalui visi Nawacita terbukti serius memajukan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar perekonomian negara.

Banyak karya seni jadi komoditas ekonomi kreatif yang lahir dari masyarakat dari Sabang sampai Merauke, antara lain batik dan tenun. “Masyarakat Indonesia sesungguhnya orang-orang kreatif dan sudah sejak lama mengandalkan buah kreativitas sebagai daya ekonominya,” kata Ayu di Jakarta, Ahad (02/10/2016).

Batik adalah salah satu bukti nyata ihwal tersebut. Bahkan UNESCO sudah menobatkan batik sebagai karya asli bangsa Indonesia dan merupakan salah satu warisan budaya dunia, tambahnya.

Sementara Edward Hutabarat, pembatik diibaratkan seperti penari Bedoyo yang harus tahu bagaimana menyatukan gerakan dengan alunan gamelan. Seorang penari Bedoyo juga harus tahu apa arti di balik lirik yang dinyanyikan para sinden.

Demikian pula para pembatik, ketika membasahi canting dengan malam, seorang pembatik harus tahu betul seberapa panas malamnya. Pembatik pun juga harus tahu seberapa banyak dia harus mengisi cantingnya, sampai seberapa kuat tiupannya ke ujung canting.

Proses perjalanan sebuah kain menjadi kain batik tulis yang tak cuma indah tapi sarat makna, harapan, dan doa tak terjadi dalam waktu yang singkat. Ada banyak proses yang harus dilalui untuk membuat batik tulis dari awal sampai akhir.

Bukan cuma prosesnya yang membuat harga selembar kain batik punya harga mahal. Tapi seni, doa, ketulusan, dan jiwa yang menyertai dalam tiap goresannya yang membuatnya jadi tak ternilai harganya.

Di balik bidikan lensanya, Edward Hutabarat ingin menyuarakan bahwa batik bukanlah tren. Batik bukan fesyen, apalagi kain tradisional. Batik adalah kain peradaban bangsa yang dibuat secara beradab dan sarat makna.(*/BBS)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.