Presiden Jokowi: JFC Tak Kalah Kreatif dengan Karnaval Negara Lain

0
118
Presiden Jokowi membuka JCF 2017 (foto: Setkab.go.id)

JEMBER, Bisniswisata.co.id: Setelah 16 tahun digelar, Jember Fashion Carnaval (JFC) dalam sejarah baru pertama kali dibuka Presiden. Selama ini hanya dibuka setingkat Bupati. Ahad (13/08/2017 hari istimewa bagi JFC. Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi membuka sekaligus menyaksikan JFC, di Alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Saat berjalan kaki dari Pendopo Kabupaten Jember menuju alun-alun, Presiden Jokowi disambut antusias warga Jember dan wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk berebut bersalaman dengan dirinya, termasuk foto selfie.

Presiden Jokowi mengaku sangat bergembira sekali karena dapat hadir di Jember kota karnaval dunia. Karnaval ini bukan hanya menjadi icon kota Jember, tetapi telah menjadi icon yang membanggakan bagi bangsa dan negara Indonesia.

“Karnaval ini tidak kalah menariknya, tidak kalah kreatifnya, tidak kalah hebohnya dengan karnaval yang diselenggarakan di negara-negara lain. Tidak kalah dengan karnaval Pasadena di Amerika Serikat, tidak kalah dengan karnaval Rio de Janeiro di Brazil, tidak kalah dengan karnaval Noting Hill di Berlin, tidak kalah,” pesan kepala negara.

Menurut Presiden Jokowi, ini adalah sebuah karnaval yang digarap, yang dicanangkan, yang diorganisasi, dan dilaksanakan secara detail dengan sangat baik. Karena itu, ingin kota-kota lain di Indonesia bisa memiliki festival yang khas, memiliki karnaval yang unik yang menjadi agenda kesenian yang diselenggarakan secara rutin.

“Bahkan ada kalender event-nya yang tetap digelar, yang ada kalender tahunannya seperti Jember Fashion Carnaval ini, karena keberagaman budaya kita adalah sebuah kekuatan sekaligus keunggulan, keunggulan kita dibandingkan dengan bangsa-bangsa yang lainnya” ujar orang nomer satu di Republik ini.

Diharapkan, Jember Fashion Carnaval yang dilaksanakan setiap tahun, agar bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk dilaksanakan setiap 3 tahun sekali di berbagai daerah di Indonesia, bisa di Jakarta atau kota-kota yang lainnya di Indonesia.

“Saya meminta kepada Menteri Pariwisata, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, untuk berkolaborasi nanti dengan penyelenggara untuk membikin yang tingkat Indonesia untuk dipromosikan di tingkat internasional dalam rangka pariwisata. Tetapi Jember tetap menjadi ikonnya,” lontar mantan Gubenur DKI Jakarta.

Presiden JFC, Dynand Fariz menjelaskan sebanyak 10 kelompok tampil dalam pawai Grand Carnival sebagai rangkaian JFC ke-16 yang berlangsung di kota Jember, pada 9-13 Agustus 2017.

Kelompok-kelompok itu memeragakan baju bertema nasional yang dikemas unik. Tema yang diusung tiap kelompok ialah Sriwijaya Empire, Bali, King of Papua, Mystical Toraja, Siger Crown Lampung, Borneo, Chronicle of Borobudur, Mythical Toraja, Wonderful of Betawi dan Unity in Diversity.

“Pawai Grand Carnival diikuti 2.000 peserta yang berjalan sepanjang 3,6 kilometer. Pawai ini sekaligus mengingat kembali prestasi JFC di dunia. Selama diselenggarakan, JFC telah memenangkan 13 penghargaan dari ajang internasional. Salah satunya dalam International Carnaval de Victoria 2016 di Seychelles, Afrika,” lanjutnya.

Diakui, penetapan sebagai Kota Karnaval tentu saja membanggakan, sama halnya dengan kota Rio de Janeiro di Brasil yang memiliki sebutan senada. Selama penyelenggaraan, akan ada lima pawai yakni; Kids Carnival (10/8), Artwear Carnival (11/08), Waci Carnival (12/08) dan Grand Canrival (13/08). Tak hanya pawai, JFC juga akan dimeriahkan oleh panggung seni budaya dan konferensi karnaval internasional. (*/BBS)

LEAVE A REPLY