Presiden Jokowi Ingin Bandara Trunojoyo Didarati Pesawat Besar

0
27
Presiden Jokowi melihat maket Bandara Trunojoyo

SUMENEP, Bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang telah memperpanjang landasan Bandara Trunojoyo di Sumenep Pulau Madura Jawa Timur, dari 1.100 meter menjadi 1.600 meter, sehingga pesawat komersial kelas ATR sudah dapat mendarat sejak minggu lalu.

Namun demikian, kepala negara memerintahkan Menteri Perhubungan agar Bandara Trunojoyo dapat digunakan pesawat lebih besar lagi. Mengingat Pulau Madura dengan penduduk 4 juta jiwa memiliki potensi ekonomi dan mobilitas tinggi berpergian ke berbagai destinasi.

“Jadi landasan ini harus diperpanjang lagi, agar dapat digunakan pesawat yang lebih besar,” pinta Presiden Jokowi saat mendengarkan penjelasan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, tentang pengembangan Bandar Udara Trunojoyo Sumenep, Kabupaten Sumenep, Ahad (08/10/2017).

Presiden Jokowi secara khusus meminta jajaran pemerintah harus fokus menyelesaikan konektivitas dengan percepatan pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan, jembatan, pelabuhan, sampai dengan bandara. Bahkan pentingnya konektivitas antar pulau maupun di dalam pulau. “Konektivitas transportasi harus selalu dikembangkan,” lontar mantan Gubernur DKI Jakarta.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan diperlukan perpanjangan landasan dari saat ini 1.600 meter dan lebar 30 meter menjadi 2.250 meter dan lebar 45 meter agar dapat digunakan oleh pesawat jet. “Sehingga tidak hanya pesawat proppeller saja yang bisa mendarat, namun juga jet,” ucap Budi.

Untuk menampung calon penumpang maupun penumpang yang datang diperlukan pengembangan luas terminal. “Namun perluasan terminal ini tidak dapat diselesaikan sekaligus, tapi melalui pentahapan. Tahap 1 seluas 800 meter persegi, tahap 2 seluas 1.160 meter persegi dan tahap 3 seluas 2.139 meter persegi,” ucap Budi.

Perpanjangan landasan pacu dan perluasan terminal ini akan selesai pembangunannya pada tahun 2019. “Semuanya akan selesai tahun 2019,” ucap Budi sebagaimana dikutip dalam Siaran Pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Bey Machmudin. (*/HMS)

LEAVE A REPLY