Presiden Jokowi ‘Babat Alas’ Bangun Bandara Kulonprogo Senilai Rp 9,3 T

0
330

KULONPROGO, bisniswisata.co.id: Presiden Jokowi menilai pembangunan bandara baru di Kulonprogo direncanakan kurang lebih 6-7 tahun lalu. Tidak segera terlaksana karena mundar-mundur, mundur-mundar. Saat Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan kepadanya agar membangun bandara baru yang lebih representatif dibanding Bandara Adisucipto di Sleman, Presiden Jokowi langsung meminta agar rencana tersebut segera disampaikan, dan segera dimulai bersama-sama.

“Setiap pekerjaan apapun, setiap keputusan apapun pasti ada risikonya. Jika tidak diputus-putuskan saat itu mundar-mundur, mundur-mundar, mundar mundur enggak akan selesai-selesai sampai kapanpun,” tegas kepala negara didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri prosesi Babat Alas Nawung Krida (membuka, membersihkan, merapikan, menata lahan, serta peletakan batu pertama) pembangunan Bandar Udara Internasional Yogyakarta, di Kabupaten Kulonprogo, Jumat (27/1/2017).

Presiden Joko Widodo menyebut keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta baru akan dibangun di Kulon Progo sudah diramalkan oleh leluhur bangsa Indonesia. Presiden membacakan “sabda leluhur” terkait keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta. “Dan memang sabda leluhur di Yogyakarta ini tadi saya baca di depan, memang leluhur kita sudah melihat bahwa di Kulon Progo nanti akan ada bandara besar,” kata Presiden.

Presiden membacakan sabda leluhur yang dikutipnya dari kitab kuno berlatar Jawa. “Sesuk ning tlalah kene bakal ono wong dodolan cau nang awang-awang. Tlalah Temon iki bakal dadi susuhe kinjeng wesi. Tlatah sak lor kidul gunung jeruk bakal dadi kutho. Glagah bakal dadi mercusuaring bawono (Suatu saat ini di wilayah ini akan ada orang berjualan cingcau di angkasa. Wilayah Temon ini akan menjadi sarang burung besi. Wilayah utara dan selatan Gunung Jeruk akan menjadi kota (besar). Glagah akan menjadi mercusuar bagi dunia,”

Karena itu, Presiden Jokowi langsung memutuskan bahwa hari ini dimulai pembangunan bandara di Kulonprogo. “Tapi hari ini bukan groundbreaking, ini bukan groundbreaking, hari ini Babat Alas Nawung Krida. Jadi memang para lelehur sudah melihat akan ada bandara besar di Kulonprogo. Sehingga betul-betul akan menjadi mercusuarnya dunia, bukan hanya Indonesia,” ujarnya.

Presiden Jokowi menilai keputusannya untuk membangun Bandara Kulonprogo harus diambil, karena Bandara Adisucipto memiliki kapasitas 1,6 juta, dan saat ini dipakai 7,6 juta orang sehingga sudah sesak dan crowded sekali. Di Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo menampung kapasitas 14 juta penumpang (pembangunan tahap pertama). Kapasitas akan ditingkatkan hingga 20 juta penumpang pada pembangunan tahap keduanya.

Karena memang turis yang datang semakin hari semakin meloncat, semakin melompat karena kebudayaan selalu dipelihara di Yogyakarta. Dan orientasi pembangunan bandara ini memang berorientasi global dan menjadi bandara internasional serta didukung oleh fasilitas yang sangat bagus, sambungnya seperti dilansir laman Setkab.go.id

Setelah menyampaikan sambutan, Presiden Jokowi didampinggi Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menekan tombol sirene tanda dimulainya pembangunan New International Yogyakarta Airport itu, dan dilanjutkan dengan peletakan batu bata merah dan menyiramkan air kendi dari 7 sumber air dari desa terdampak pembangunan bandara sebagai makna pembangunan bermanfaat dan memberi berkah bagi masyarakat.

Bandara internasional yang terletak di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta ini akan dibangun di atas lahan seluas 587 hektar. Bandara ini diharapkan selesai pada pertengahan 2019. Untuk pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo ini, Angkasa Pura I menyiapkan investasi Rp9,3 triliun

Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan, pada pembangunan tahap satu (2020-2031) dibangun terminal dengan luas 130 ribu meter persegi, panjang runway 3.250 meter, lebar 60 meter, apron berkapasitas 35 pesawat, sehingga diharapkan mampu menampung 15 juta penumpang per tahunnya.

Pada pembangunan tahap II (2031-2041), terminal bandara akan dikembangkan menjadi 195 ribu meter persegi, panjang runway 3.600 meter, dan apron berkapasitas 45 pesawat, serta mampu menampung hingga 20 juta penumpang per tahun. “Ini berarti 10 kali lipat dari kapasitas bandara sebelumnya (Adisucipto),” kata Budi Karya dalam laporannya.

Bandara Internasional Kulonprogo diharapkan dapat mengatasi kekurangan di Bandara Adisucipto Yogyakarta, meningkatkan kualitas pelayanan kepada jasa bandara, serta memacu perkembangan perekonomian, aktivitas bisnis, dan mendukung kegiatan pariwisata Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan dihadiri ratusan warga sebagian besar adalah masyarakat Kulon Progo dan sekitarnya. (*/NDY)

LEAVE A REPLY