Presiden bakal Saksikan Gerhana di Destinasi Wisata Tanjung Kelayang

0
414
Presiden Joko Widodo ditengah-tengah Rakyatnya (Foto: kompas.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: PRESIDEN Joko Widodo berencana mengikuti prosesi pariwisata Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 di Tanjung Kelayang Belitung yang dirancang menjadi Bali Baru-nya Negeri Laskar Pelangi itu. GMT akan melintasi sejumlah titik di Indonesia pada 9 Maret 2016.

Presiden juga akan melihat kawasan ini yang tengah dibangun menjadi salah satu dari 10 Top Destinasi yang tengah dikebut Kementerian Pariwisata RI. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, ia belum melaporkan kepada Presiden Jokowi tentang progress pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, yang tengah dikebut izin-izinnya di sana.

“Dari 15 tahap perizinan, tinggal 1 saja, yakni soal Amdal atau Analisa Dampak Lingkungan. Semua persyaratan, telah dijalani dengan rapi dan dan prosedural. Jika Minggu depan tuntas, maka itu akan menjadi bingkisan istimewa buat Pak Presiden yang sudah menjadi endorser Wonderful Indonesia,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI, di Jakarta, Senin (2/2/2015).

Sektor pariwisata termasuk the big five, prioritas pembangunan Kabinet Kerja Presiden Jokowi di samping sektor infrastruktur, maritim, energi, pangan, dan pariwisata. Presiden Jokowi dalam Sidang Kabinet Awal Tahun, 4 Januari 2016 lalu saat memberikan arahan menyatakan password-nya dari cabinet adalah percepatan. Salah programnya adalah memastikan kemajuan di lapangan pada 10 destinasi wisata nasional yang acap disebut dengan istilah “10 Bali Baru” itu.

Arief Yahya memaparkan, kementeriannya sudah membentuk shadow management, tim bayangan yang mengurus detail 10 top destinasi itu. Tanjung Kelayang ditangani Fandi Wijaya, anak muda asli Tanjung Pandan lulusan Teknik Geodesi ITB yang lahir 27 Januari 1975.

Menpar yakin, Belitung lebih cepat dibandingkan dengan Toba dan Borobudur yang multi management. “Belitung relative lebih progresif, karena hanya satu kabupaten dan satu provinsi, yang sama-sama menghendaki cepat, dan punya komitmen untuk menjadikan pariwisata sebagai leading sektor,” jelas Mantan Dirut PT Telkom Indonesia ini. (*/e)

LEAVE A REPLY