Presenter Kuliner “Maknyus” Tutup Mata Selamanya

0
53
Bondan Winarno (Foto: Tribunnews.com)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Dunia kuliner Indonesia berduka. Presenter kuliner juga mantan wartawan Bondan Winarno meninggal dunia dalam usia 67 tahun. Bondan tutup mata selamanya sekitar pukul 09.05 WIB di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Rabu (29/11/2017). Pria yang terkenal dengan gimmick Maknyus diketahui baru saja menjalani operasi jantung.

“Asswrwb berita duka, Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun. Bpk Bondan Winarno (maknyus) baru sj wafat di icu RS Harapan kita. Post ops,” tulis pesan singkat Inong Kresno Wiyoso, adik kandung Bondan, melalui pesan SMS, Kamis pagi.

Jenazah pria kelahiran Surabaya ini akan dibawa ke rumah duka Jalan Bangsawan Raya Sentul City pada siang ini. Bondan Winarno merupakan salah seorang pembawa acara kuliner terkenal di Indonesia di beberapa televisi swasta.

Meski awalnya tidak suka memasak, almarhum Bondan akhirnya menjadi mahir membuat sedap masakan. Oleh banyak kalangan, Bondan dikenal sebagai “pakar masakan”. Kolom-kolomnya mengenai makanan di surat kabar yang dipimpinnya dulu selalu segar dan menarik.

Harian Kompas pada 25 April 2004 memuat cerita tentang sosok Bondan. Bondan mengaku bahwa hobi memasak diperoleh dari ibunya. Sebelum jatuh cinta pada dunia kuliner, Bondan menilai urusan masak-memasak adalah urusan menyebalkan. Katanya, waktu itu ia selalu merasa sebal setiap kali ibunya meminta dia untuk membantu memasak di dapur.

Entah mengapa, di antara ketujuh saudaranya, dia paling sering diminta membantu di dapur, umpamanya untuk menumbuk kacang dan tepung beras. Rupanya kebiasaan itu membuatnya mahir mengolah makanan. Ketika ikut kegiatan kemah Pramuka sewaktu duduk di sekolah dasar, bisa memasak sayur asem untuk teman-teman satu kelompok.

Itulah pertama kali ia memasak. Resep sayur asem didapat dari sang ibu. Hasil masakannya disenangi teman-temannya. Sejak itulah Bondan mulai senang memasak. Keahlian memasak Bondan yang menikah dengan wanita Spanyol bernama Yvonne semakin terasah berkat ajaran adik iparnya yang memiliki restoran di Italia.

“Adik saya itu kebetulan seorang koki dan punya restoran. Jadi kalau saya ke sana, saya sering memperhatikan cara memasaknya. Setelah itu saya praktikkan sendiri dengan beberapa eksperimen,”

Mungkin karena belajarnya di Italia itu, Bondan kemudian lebih menyukai makanan Italia yang serba pasta, taruhlah dibandingkan dengan masakan Indonesia. “Makanan Indonesia terlalu sulit,” katanya.

Bondan lahir 29 April 1950 di Surabaya. Masa sekolah hingga kuliah dihabiskan di Semarang, Jawa Tengah. Ia pernah belajar di Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip).

Sebelum dikenal sebagai pakar goyang lidah, Bondan tercatat pernah bekerja sebagai Staf Bank Dunia untuk Urusan Eksternal. Setelah itu ia terjun dalam bidang jurnalisme hingga menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Suara Pembaharuan di Jakarta sejak 2001. Bondan juga pernah menulis kolom “Asal Usul” di harian Kompas.

Berikut ini biodata Bondan Winarno sebagaimana dihimpun oleh Litbang Kompas.

Nama lengkap: Bondan Winarno
Tempat, tanggal lahir: Kota Surabaya, Jawa Timur, 29 April 1950
Pendidikan
– SD, Semarang (1962)
– SMP, Semarang (1965)
– SMA, Semarang (1968)
– Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip), Semarang (tidak selesai)

Karier:
– Staf Bank Dunia untuk Urusan Eksternal
– Juru Kamera Departemen Pertahanan dan Keamanan (1970-1971)
– Spesialisasi Komunikasi Perusahaan Periklanan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (1971-1973)
– Advertising Manager PT Union Carbide Indonesia (1975-1979)
– General Manager Sinar Harapan PT Sinar Kasih (1979-1983)
– Redaktur Pelaksana Mutiara PT Sinar Kasih (1979-1983)
– Direktur Utama PT Mitra Balita (1983-1987)
– Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Swasembada (1985-1988)
– Board of Marketing Committee Ika Muda Group (1987-1997)
– President Mitra Inc., Los Angeles, USA (1989-1991)
– President Ocean Beauty International Inc., Sattle, USA (1991-1994)
– Konsultan External Affairs Bank Dunia, Jakarta (1998-1999)
– Executive Director the International Pharmaceutical Manufacturers Group, Jakarta (1999-2001)
– Pimpinan Redaksi Suara Pembaharuan, Jakarta (2001-2003)
– Penulis Kolom di berbagai media serta presenter TV (2003)

Kegiatan lain:
– Ketua Pelaksana Phinisi Nusantara Jakarta-Vancouver (1986)
– Ketua Pelaksana Konferensi Nasional Kesejahteraan Anak (1987)
– Pendiri Komite Kemanusiaan Indonesia (1998)
– Pendiri Komite Masyarakat Transparasi Indonesia (1998)
– Ketua Pelaksana Indonesia Forum (1998)

Keluarga:
– Yvonne (istri)
– 1. Marisol (anak)
– 2. Eliseo (anak)
– 3. Gwendoline (anak)

LEAVE A REPLY