Presean, Atraksi Budaya Lombok Jadi Daya Tarik Wisata Baru

0
318
Presean, atraksi budaya Lombok (Foto: Majalah Lombok)

LOMBOK, Bisniswisata.co.id: Lombok kini memiliki atraksi budaya baru. Duel tradisional dikenal dengan sebutan Presean. Atraksi berkelahi dengan membawa tongkat rotan serta tameng perisasi ini, siap mengisi kalender event wisata di Lombok Tengah. Karenanya, Dinas Pariwisata Lombok Tengah menggelar Festival Presean 2017 di Pantai ITDC, Tanjung An, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 23 sampai 25 November 2017.

“Sebelum duel, masing-masing tim dari kedua kubu melakukan ritual khusus. Mereka membentuk lingkaran sambil memanjantkan doa-doa. Bahkan, salah satu anggota memegang senjata tongkat rotan sambil meniupkan mantra,” papar Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Putria dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Bisniswisata.co.id, Jumat (24/11/2017).

Para pepadu (petarung) turun gelanggang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan tameng kayu (perisai). Setiap partai terdiri dalam 3 ronde, masing-masing ronde selama satu menit. Luka sabet di setiap bagian tubuh tidak membuat nyali pepadu ciut, sebaliknya mereka semakin panas untuk membalas serangan lawan.

Atraksi ini semakin semarak dengan iringan gamelan. Partai semakin seru saat penonton masuk ke gelanggang dengan selembar uang seratus atau 50 ribu di tangan. Uang “kaget” dari penonton praktis semakin membakar semangat peserta untuk memukul lawan. Tepuk-tangan dan teriakan semangat dari penonton membuat peresean semakin mendekati titik mencapai klimaks.

Dilanjutkan, secara garis besar Festival Peresean ini bertujuan melestarikan adat dan kesenian suku sasak. Peresean menjadi salah media mendongkrak pamor Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Mandalika. “Bukan cuma sebagai hiburan bagi wisatawan lokal maupun asing di KEK, tapi lebih dari itu Festival Peresean ini menjadi promosi dari KEK Mandalika,” lontarnya.

Diakuinya, ke depan Festival Peresean ini bisa menjadi agenda wisata budaya andalan di Lombok Tengah, terutama di KEK Mandalika. Sebab budaya menjadi tulang punggung bisnis wisata di Indonesia. Mengingat, Portofolio bisnis pariwisata Indonesia bertumpu pada potensi budaya (culture) mempunyai porsi paling besar 60 persen, alam 35 persen, dan manmade lima persen. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY