Hebat, Preman Bandung Jadi Pemandu Wisata

0
638

BANDUNG, test.test.bisniswisata.co.id: Wisatawan nusantara yang berwisata belanja, kini tidak nyaman. Para pelancong merasa terganggu dengan maraknya aksi preman yang mengaku-ngaku sebagai pemandu wisata di pusat perbelanjaan pakaian seperti Pasar Baru Trade Center Bandung.

Keluhan wisatawan langsung ditanggapi serius Wali Kota Bandung, Jawa Barat, M Ridwan Kamil dengan melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Baru, Senin (6/4/2015). “Ini dalam rangka menanggapi keluhan-keluhan dari turis. Kita menertibkan preman-preman yang mengaku sebagai pemandu wisata di Pasar Baru,” kata pria yang akrab disapa Emil, usai sidak.

Saat ini, lanjut dia, Polrestabes Bandung sudah mengamankan 23 orang yang diduga sebagai calo toko di Pasar Baru yang memaksa wisatawan luar kota dan luar negeri untuk berbelanja di toko tertentu.

“Sudah ada 23 orang calo yang ditahan dan Minggu ini akan kita panggil pemilik toko yang melakukan konspirasi dengam mereka. Pengelola pasar dan Kapolrestabes sudah turun tangan, sehingga kenyamanan pasar baru sebagai pusat belanja utama di Bandung menjadi tetap baik,” kata dia seperti diunduh laman Antara.

Pihaknya menjamin setelah sidak tersebut suasana berbelanja di Pasar Baru jauh lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. “Ya masih ada beberapa (calo), nanti kita tertibkan lagi, tapi sudah jauh lebih nyaman sekarang. Tadi Keliling ke dalam, mewawancara para pemilik toko. Mereka ‘curhat’ soal ini,” ujar Emil.

Sementara itu, Dirut Utama PD Pasar Bermartabaat Kota Bandung M Rinal Siswadi K menambahkan aktivitas calon yang memaksa turis agar belanja di toko tersebut sudah ada sejak dua tahun lalu. “Satu dua tahun lalu mulai terindikasi (ada calo), karena banyak aktivitas pedagang yang berbeda antara kios satu dengan yang lain,” kata Rinal.

Oleh karena itu, untuk mencegah calo tersebut pihaknya telah menerbitkan surat pertanyaan yang ditandatangi oleh semua pedagang di Pasar Baru Bandung.

Ia menuturkan, salah satu poin utama dari surat tersebut mereka tidak akan menggunakan calo untuk menarik pembeli ke tokonya. “Surat yang dibubuhi materai ini sudah kita sebar ke semua pedagang. Total di sini ada empat ribu pedagang. Kalau ada yang melanggar perjanjian ini akan dicopot hak untuk berdagangnya,” kata dia. ***

LEAVE A REPLY