Potensi Wisata Pulau Melimpah, Sayang Belum Dikelola Optimal

0
243
Pantai Pulau Karang banten belum dikelola optimal (Foto: http://panduanwisata.id)

SERANG BANTEN, Bisniswisata.co.id: Provinsi Banten memiliki potensi pulau-pulau kecil cukup melimpah. Sayangnya belum digali, digarap dan dikelola secara optimal sebagai destinasi wisata. Bahkan, potensi itu belum diidentifikasi dan dipetakan secara detail untuk memudahkan pengambilan kebijakan dalam tahapan pengelolaannya.

“Gubernur Banten memberi perhatian khusus terhadap potensi itu untuk memajukan pariwisata. Selama ini hanya sebagian kecil sudah dikelola seperti Pulau Umang. Kini mulai dikembangkan, namun perlu dipetakan profilnya lebih dulu,” papar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati di Serang seperti dilansir laman Antara, Sabtu (16/09/2017).

Untuk itu, sambung Eneng, Gubernur Banten sudah meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banten mengidentifikasi potensi tersebut. Sehingga bisa dilakukan pembahasan bersama dengan OPD terkait, termasuk Dinas Pariwisata dalam penataan destinasinya.

Diakuinya, beberapa wisata pulau di Banten diantaranya Pulau Umang, Pulau Tunda, Pulau Dua atau Pulau Burung, Pulau Lima, Pulau Sangiang, Pulau Merak Besar dan Kecil sudah mulai berkembang, namun masih perlu ditata dan dilengkapi dengan 3A (atraksi, amenitas dan aksesibilitas) sebagai indikator agar destinasi wisata Pulau di Banten berdaya saing tinggi.

Memang selama ini, Pulau-pulau itu sudah banyak didatangi wisatawan domestik hingga mancanegara, namun lama tinggal wisatawan tidak terlalu lama bahkan repeated guest atau wisatawan datang lagi masih sangat rendah. Hal ini dikarenakan 3 A belum berjalan dengan baik.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, Provinsi Banten memiliki banyak pulau yang sejatinya bisa dijadikan sebagai destinasi wisata. Sayangnya, potensi belum dikelola dan digarap secara optimal. Saat ini, tercatat ada 22 pulau di Provinsi Banten yang belum memiliki nama.

Selain itu, tidak sedikit pulau-pulau lainnya yang memiliki potensi wisata, namun tidak bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata yang bisa menyedot wisatawan. “Kita berharap dengan 22 pulau yang belum ada namanya. Masih ada yang belum dimaksimalkan sebagai destinasi kita. Banten ini kalau destinasi wisatanya dikembangkan akan sangat luar biasa,” kata Wahidin.

Sektor pariwisata menjadi salah satu fokus programnya. Wahidin juga mendorong percepatan berbagai proyek strategis nasional (PSN) untuk menunjang pariwisata Banten, seperti KEK Tanjung Lesung, reaktivasi jalur kereta api Labuan-Panimbang, dan Tol Serang-Panimbang.

“Kita sudah rapat dengan presiden, 2018-2019 KEK sudah harus mulai jalan. Pembangunan infrastruktur reaktivasi rel kereta api sudah harus diselesaikan,” kata WH, sapaan akrab Wahidin Halim.

Gubernur Banten juga menyoroti tentang kondisi lokasi objek wisata di Banten yang cenderung kurang bersahabat, seperti banyak sampah sehingga terkesan kumuh, keramahan yang kurang, jajanan yang mahal, hingga bayar parkir mahal. “Saya selalu sampaikan, destinasi kita ini kotor, jorok, tidak ramah, dagangan mahal, parkir mahal. Ini jadi keluhan. Kita harus atasi ini,” katanya.

Menurutnya, destinasi wisata harus dikelola dengan baik dan memberikan kesan baik bagi wisatawan yang datang ke Banten. Saat ini, pihaknya juga fokus pada perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata, salah satunya Banten Lama. “Cagar budaya harus dikelola, kalau tidak Provinsi Banten kehilangan kekuatan. Buat apa promosi capek-capk, tetapi jalannya rusak, orang enggak mau datang lagi,” tutup dia. (*/ANT)

LEAVE A REPLY