Politeknik Pariwisata Palembang Jalani Kuliah Perdana

0
1747
Mahasiswa Politeknik Pariwisata Palembang dengan berbegai seragam (foto: http://poltekpar-palembang.net)

PALEMBANG, test.test.bisniswisata.co.id: Politeknik Pariwisata Palembang yang baru berdiri 2016, Jumat (2/9) memulai kuliah perdana. Kuliah perdana yang disampaikan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin berlangsung di dinning hall Wisma Atlet di komplek Jakabaring Sport City (JSC) dengan diikuti mahasiswa angkatan pertama 2016/2017.

Peresmian berdirinya politeknik pariwisata pertama di Sumatera tersebut ditandai dengan penyerahan pataka Poltek Pariwisata Palembang dari Menteri Pariwisata yang diwakili Deputi Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata Ahman Sya kepada pelaksana tugas (Plt) Direktur Poltek Pariwisata Palembang Irene Camelyn.

Gubernur Alex Noerdin menjelaskan, pendirian Polteknik Pariwisata Negeri Palembang untuk menjawab serta mengimbangi kemajuan Sumatera Selatan yang semakin pesat, terutama dalam menangkap peluang di sektor pariwisata.

Menurut Alex Noerdin, pendidikan pariwisata yang diberikan kepada para mahasiswa di Poltek Pariwisata Palembang memiliki standar tinggi dan dibimbing staf pengajar dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung yang sudah dikenal kualitas dan lulusannya.

Sebanyak 200 mahasiswa Poltek Pariwisata Palembang untuk sementara gedung perkuliahan menggunakan wisma atlet yang baru dibangun untuk perhelatan Asian Games 2018. “Mulai tahun depan akan kita bangun gedung perkuliahan di komplek Jakabaring Sport City,” ujarnya.

Dijelaskan, Poltekpar Palembang di bawah supervisi kerja sama dengan NHI dari Bandung. Di Indonesia ada dua poltek baru, satu Lombok kerja sama dengan Bali, sementara Palembang kerja sama dengan NHI Bandung. “Karena itu, kualitasnya bagus dan terjamin. Jadi, perhotelan, restoran, travel, dan lainnya seluruh stakeholder pariwisata tidak perlu mengambil dari luar lagi, semua sudah terdidik di sini,” sambungnya.

Menurutnya, gedung ini memiliki berbagai fasilitas yang ada. Mulai dari toilet, AC, air bersih, ruang kelas, mebeler hingg fasilitas lainnya. “Tahap awal cukup memadai, sambil berjalan, fasilitas akan terus dilengkapi,” sebutnya.

Mahasiswa baru sudah mengikuti berbagai tahapan. Mereka menjalani seleksi yang sangat ketat. Mengingat, kurikulum yang diterapkan beraselerasi dengan Sekolah Tinggi Pariwista (STP) Bandung sehingga dipastikan jembolan memiliki kualitas yang bagus. “Intinya, Poltekpar Palembang mampu mencetak lulusan dengan skill mempuni, baik perhotelan maupun restoran,” urai dia.

Poltekpar Palembang sudah bekerja sama dengan pelaku hotel, agensi tour and travel, dan para mitra industri pariwisata. Karena itu, para lulusan siap pakai dan terampil. Apalagi, Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games sehingga kebutuhan di bidang ini sangat dibutuhkan. Bakal ada 1.300 peserta AG. “Mereka nantinya akan bekerja di berbagai hotel yang memang sangat dibutuhkan,” tukasnya.

Deputi Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata Ahman Sya mengatakan proses berdirinya Polteknik Pariwisata Palembang tergolong sangat cepat. Semua karena dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Semua sudah disiapkan sedemikian rupa, sehingga bisa terealisasi cepat.

”Mahasiswa angkatan pertama Poltek Pariwisata Palembang menurut Irene Camelyn yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, berasal dari 17 kabupaten dan kota yang ada di daerah ini. “Mahasiswanya tidak hanya orang Sumatera Selatan saja yang bisa mendaftar, ada yang juga berasal dari Sumsel,” katanya.

Menurut Irene Camelyn, Polteknik Pariwisata Palembang merupakan lembaga pendidikan tinggi program diploma III (D III) untuk Jurusan Hospitaliti dengan Program Studi (Prodi) Tata Hidang, Seni Kuliner dan Divisi Kamar. Juga ada program diploma IV atau D IV jurusan Perjalanan dengan Prodi Pengelolaan Konvensi dan Acara.

“Jadi kami membuka dua jurusan dengan tiga Program Studi (Prodi). Pertama Jurusan Hospitality dengan Prodi Divisi Kamar, Tata Hidang dan Seni Kuliner. Kedua jurusan Perjalanan dengan Prodi Pengelolaan Konvensi dan Acara,” ujar Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa, Irene Camelyn Sinaga.

Dikatakan, prospek berkuliah di Poltekpar cukup menjanjikan. Selain kebutuhan SDM pariwisata dan perhotelan yang tinggi, lembaga tinggi pendidikan plat merah ini tengah menjalin kerja sama dengan universitas dan industri di negara ASEAN.

“Kita mengedepankan ilmu terapan dan menggunakan kurikulum Asian Common Competent yang sudah divalidasi Kurikulum Pariwisata Asian. Sehingga saat Praktek Kerja Nyata atau On Job Training (OJT), mahasiswa sudah bisa ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Abu Dhabi atau Dubai,” ujarnya. (endy)

LEAVE A REPLY