Pohon Kebun Raya Bogor Tumbang, 4 Wisatawan Tewas 21 Cedera

0
1254
Pohon tumbang yang menimpa wisatawan (foto: Sindonews.com)

BOGOR, test.test.bisniswisata.co.id: Perlindungan terhadap wisatawan masih sangat rendah. Wisatawan yang tengah menikmati destinasi wisata alam Kebon Raya Bogor, mengalami nasib tragis. Sebanyak 25 wisatawan lokal tertimpa pohon tua yang tumbang di dalam Kebun Raya Bogor. Akibanyak, 4 orang tewas dam 21 orang lainnya mengalami cedera berat hingga ringan.

Korban meninggal dunia terdiri tiga orang dewasa dan satu orang anak kecil. Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian. tiga lainnya meninggal di rumah sakit.

Mereka yang nyawanya melayang, Sarijo (40 tahun) warga Cijujung Sukaraja RT4/RW4, Surjana (43) alamat Jalan Pembangunan RT 2/RW5 Kedung Halang, Supriyono (32) penduduk Nanggewer RT 02/RW 04 Kandang Roda Cibinong dan Saepulloh (43) warga Babakan Tarikolot RT 2/RW 5 Nanggewer Kabupaten Bogor.

“Rata-rata korban mengalami luka pada bagian kepala, satu korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian mengalami kepala pecah,” papar Kepala Polisi Sektor Bogor Tengah Kompol Viktor saat dihubungi, Ahad (11/1/2015).

Kompol Viktor menjelaskan peristiwa yang pertama kali di Kebun Raya Bogor terjadi Ahad (11/1) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, suasana di Kebun Raya ramai dipenguhi wisatawan yang menikmati liburan akhir pekan.

Saat asyik berwisata, tiba-tiba pohon tua berukuran besar tumbang yang mengenai 25 wisatawan. Seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit PMI Bogor untuk menjalani perawatan medis, korban luka-luka dilarikan ke ruang UGD sedangkan yang meninggal langsung dibawa ke ruang forensik rumah sakit tersebut.

Dijelaskan seluruh korban adalah karyawan PT ASALTA Mandiri Agung, Nanggewer Kabupaten Bogor yang sedang melakukan family gathering kumpul keluarga dalam acara perusahaan di Kebun Raya Bogor.

Mereka tertimpa pohon yang patah diduga karena lapuk, ukuran pohon dengan panjang kurang lebih delapan meter dan dia meter 1,5 meter.”Saat kejadian para korban sedang duduk di dalam tenda yang ada di lokasi kejadian,” katanya.

Kompol Viktor mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara, peristiwa murni karena musibah bencana alam, tidak ada unsur kelalaian manusia. Karena pohon diduga sudah lapuk dan tua, sehingga patah dan menimpa orang di sekitarnya.

Saat ini situasi di lokasi sudah ditangani, untuk mengantisipasi peristiwa yang sama polisi memasang garis polisi dengan radius hingga 500 meter dari lokasi kejadian.

“Kebun Raya Bogor masih beraktivitas seperti biasa, tidak ada penutupan. Karena ini wajar, Bogor banyak terdapat pohon-pohon besar dan tinggi, yang perlu ditingkatkan kewaspadaan, saat cuaca tidak menentu jangan berada di lokasi yang membahayakan, seperti di bawah pohon,” katanya.

Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Kebun Raya Bogor Didik Widyatmoko menerangkan, setiap hari petugas selalu melakukan perawatan dan pengecekan kondisi seluruh koleksi pohon di Kebon Raya Bogor. Memang petugas kewalahan untuk mengecek secara berkala 40.000 pohon yang ada di Kebun Raya Bogor.

“Yang jelas perawatan dan pengecekan kondisi pohon hampir setiap hari kita lakukan. Tapi untuk pohon yang tumbang jenis damar agatis ini di luar perkiraan,” kata Didik saat ditemui di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (RS PMI) Bogor, Minggu (11/1/2015).

Terkait peristiwa ini Didik menegaskan, seluruh korban tewas dan luka-luka akibat tumbangnya pohon mendapatkan santunan. Juga menanggung biaya pengobatan korban luka-luka “Selain itu kita sudah kordinasi dengan pihak PT Jasa Raharja untuk memberikan santunan kepada korban meninggal dunia,” ujar Didik. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.