Piala Eropa, Pilot Air France Mogok Terbang

0
311

PARIS, test.test.bisniswisata.co.id: Hari kedua Piala Eropa bergulir, justru para pilot maskapai nasional Prancis, Air France, menggelar aksi mogok terbang. Mereka sepakat menggelar selama empat hari, sehingga sangat mengganggu rencana perjalanan ribuan pendukung sepak bola Piala Eropa 2016.

Akibatnya, Air France membatalkan hingga 30 persen penerbangan pada Sabtu (11/06/2016). Namun akan memprioritaskan penerbangan ke kota-kota yang menjadi tuan rumah pertandingan Piala Eropa.

Presiden Francois Hollande sontak memperingatkan serikat pilot untuk tidak mengganggu turnamen Piala Eropa. “Saya meminta rasa tanggung jawab semua orang karena jika negara harus melaksanakan kewajibannya, hal itu akan melakukan semua langkah yang diperlukan,” kata Hollande, seperti dikutip The Telegraph.

“Pada saat bersamaan, adalah juga penting bahwa siapa pun yang ambil bagian dalam aksi itu atau siapa pun yang mengorganisasikan aksi itu, harus memikul tanggung jawab,” katanya.

Serikat pilot Air France (Syndicat des Pilotes d’Air France) mengatakan mogok akan berlangsung dari Sabtu sampai Selasa pekan depan terkait pemotongan gaji.

Air France, bagian dari kelompok bisnis Prancis-Belanda memperkirakan lebih dari 25 persen pilotnya mogok kerja. Serikat Nasional Pilot Pesawat (SNPL) menyebutkan 70 persen pilot tidak muncul.

“Saya dengar pagi ini Presiden SNPL menyebutkan bahwa 70 persen pilot yang akan mogok. Perkiraan kami hari ini 25 persen pilot yang akan ikut ambil bagian dalam gerakan tersebut,” kata Frederic Gagey selaku Direktur Eksekutif Air France kepada radio RTL.

Dalam pernyataannya, Air France, Sabtu (11/6), mengatakan bahwa pihaknya mengoperasikan 83 persen pesawat – 93 persennya penerbangan jarak jauh dari Paris, 91 persen penerbangan domestik, dan 73 persen jarak menengah dari Bandar Udara Charles de Gaulle, Paris.

Untuk hari Ahad, Air France memperkirakan 27 persen pilot akan mogok dan pihaknya mengoperasikan 80 persen jadwal penerbangan.

Juru bicara Air France kepada Kantor Berita Reuters memperkirakan tren yang sama pada hari Senin mendatang. Maskapai tersebut menyatakan akan berupaya memastikan gangguan minimal terhadap pelayanan penerbangan ke kota-kota tuan rumah pertandingan sepak bola Piala Eropa 2016.

Gagey, Kamis lalu, mengatakan bahwa empat hari pemogokan atas pemotongan gaji membebani biaya sekitar lima juta Euro (5,65 juta dolar AS) per hari. Pemogokan dilakukan oleh SNPL yang mewakili lebih dari separuh pilot pesawat udara dan SPAF yang mewakili seperempat pilot setelah negosiasi pekan ini menemui jalan buntu.

“Daripada berdebat soal jumlah pilot mogok, kita akan lebih suka berada di meja perundingan,” kata juru bicara SNPL Emmanuel Misralli. Kepada RTL, Gagey mengatakan bahwa pintunya selalu terbuka, namun dia menyatakan, “Saya tidak akan menegosiasikan apa yang tidak bida dinegosiasikan.”

Pemogokan para pilot terjadi di tengah pekan unjuk rasa nasional menentang rencana reformasi undang-undang ketenagakerjaan yang ketat di Prancis, memblokir kilang, menggangu perjalanan kereta wisata, dan meninggalkan sampah-sampah yang menumpuk di jalanan Paris. (*/NDY)

LEAVE A REPLY