PHRI Sumsel Desak Pemda Seriusi Tangani Wisata Sungai

0
501
Musi Traboatton (foto: http://panduanwisata.id)

PALEMBANG, test.test.bisniswisata.co.id: PERHIMPUNAN Hotel dan Restoran Indonesia Provinsi Sumatera Selatan mendorong pemerintah kabupaten dan kota di daerah ini yang dilalui alur Sungai Musi, untuk dapat mengembangkan potensi wisata sungai.

“Kami berupaya terus mendorong Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Kota Palembang yang beberapa tahun terakhir akan memaksimalkan pemanfaatan Sungai Musi sebagai tempat wisata menarik,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Aspiudin, di Palembang.

Menurut dia, pemanfaatan Sungai Musi menjadi objek wisata alam yang menarik akan didukung secara maksimal sehingga bisa segera terwujud, serta mampu menjadi daya tarik wisatawan nusantara dan mancanegara berkunjung ke Sumsel.

Sungai Musi yang membelah Kota Palembang menjadi dua bagian dan memiliki panjang melewati batas sejumlah kabupaten dan kota dalam wilayah Sumsel, jika ditata dan didukung fasilitas pariwisata yang memadai memiliki daya tarik yang tinggi, katanya lagi.

Potensi yang cukup besar dan sangat menjual itu, mendorong Pemkot Palembang dan Pemkab Musi Banyuasin secara bertahap mulai melakukan penataan dan pembangunan berbagai fasilitas pariwisata.

Pemkot Palembang saat ini sedang mengupayakan penataan daerah aliran sungai dengan menggandeng berbagai pihak termasuk investor yang dapat mewujudkan pembangunan hotel serta fasilitas pendukung wisata sungai.

Pemkab Musi Banyuasin juga terus menggalakkan pengembangan wisata sungai di Kota Sekayu, dengan melaksanakan beberapa proyek pembangunan infrastruktur, penataan sungai, dan penambahan fasilitas pariwisata, katanya seperti dikutip laman Antara, Rabu (30/12/2015).

Dia menjelaskan, Sungai Musi yang berada di wilayah Sumsel tidak kalah menarik dengan sungai di sejumlah negara yang mampu mengembangkan wisata sungai, seperti Thailand dan Sungai Danube di Kota Beograd, Serbia.

Penataan sungai menjadi kawasan terpadu serta pengembangan sarana dan prasarana penunjang pariwisata, seperti hotel berbintang dan kapal wisata dengan konsep Kapal “Roda Lambung” yang pernah digunakan masyarakat pada zaman Belanda sebagai moda transportasi di Sungai Musi, diharapkan dapat menarik wisatawan ke daerah ini.

Kapal “Roda Lambung” yang dirancang sedemikian rupa menjadikan moda transportasi wisata sungai yang dilengkapi dengan restoran dan fasilitas hiburan, dapat menjadi ikon wisata Sungai Musi dan pembeda dengan beberapa negara yang lebih dulu mengembangkan wisata sungai.

Beberapa negara yang berhasil mengembangkan wisata sungai sebelumnya juga sama seperti Indonesia, membiarkan sungai hanya sebagai jalur ekonomi dan transportasi air, kata Herlan. (*/a)

LEAVE A REPLY