PHRI Sambat Kemacetan Jalur Pantai Anyer Hambat Wisatawan

0
875
Jalan menuju obyek wisata Anyer macet total

SERANG, test.test.bisniswisata.co.id: Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Banten mendesak Pemerintah Propinsi banten dan Kabupaten Serang segera menyelesaikan perbaikan 3 jembatan di sepanjang jalur wisata Kota Cilegon – Pantai Anyer lantaran menjadi biang kemacetan di kawasan wisata Banten.

“Tiga jembatan yang tengah dalam perbaikan ini, mengakibatkan kemacetan panjang, sehingga banyak dikeluhkan wisatawan yang berlibur berlibur di Pantai Anyer – Carita. Bayangkan setiap akhir pekan, jalur wisata Kota Cilegon-Pantai Anyer melalui lintas lingkar selatan selalu dikeluhkan wisatawan sering dihadapi kemacetan panjang,” ungkap Dewan Pembina PHRI Kabupaten Serang, Hardomo di Serang, Selasa (15/12/2015).

Menurut General Manager Pisita Cottage Anyer, jika pemerintah tidak segera menyelesaikan perbaikan jembatan sebelum libur Natal, dikhawatirkan wisatawan enggan berwisata ke Anyer ataupun Carita pada libur panjang pada Natal dan Tahun Baru mendatang. Tiga jembatan yang menjadi persoalan kemacetan, kata Hardomo berada di jalur lingkar selatan, depan PT Chandra Asri dan satu lainnya berlokasi di PT Sriwi.

“Kalau memang pemerintah daerah peduli dengan sektor pariwisata, seharusnya pengerjaan jembatan dikebut. Harapan saya, harus dikerjakan siang malam agar sebelum libur natal semuanya sudah selesai,” tegas Hardomo.

Selain itu, menjelang pergantian tahun 2015, Pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota di Banten diminta untuk melarang seluruh kendaraan industri berat yang melintas di jalur wisata menuju obyek wisatawa Pantai Anyer jelang perayaan tahun baru 2015. Hal ini untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi pada setiap perayaan pergantian tahun baru di Anyer.

“Kita usulkan pada H-2 hingga H+2 tahun baru, seluruh kendaraan berat dilarang melintas di jalur wisata Anyer. Jalur wisata ke Anyer kan sempit, jadi kendaraan berat harus mengalah dulu. Ini untuk kelancaran,” ungkap Hardomo.

Dalam mengatasi persoalan ini, sambung dia, pemerintah daerah tentunya harus bekerjasama dengan pihak kepolisian yang mengetahui banyak soal-soal titik-titik rawan kemacetan. Pemerintah daerah juga bisa memaksimalkan jalan alternatif yang ada, salah satunya jalan lingkar selatan (JLS) Kota Cilegon serta jalan-jalan lain menuju objek wisata.

“Ini untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang akan berlibur ke pantai Anyer. Kalau lalulintas lancar, saya yakin lokasi wisata di Banten, khususnya di Anyer makin diminati wisatawan,” kata Hardomo.

Ketua PHRI Provinsi Banten Ahmad Sari Alam meminta semua pengusaha hotel dan restauran yang menjadi anggota PHRI memberikan pelayanan yang baik kepada
pengunjung, sehingga mereka mau datang kembali ke Banten untuk berwisata, dan senang berlibur di Banten.

“Keamanan dan kebersihan harus dijaga, serta tingkatkan pelayanan kepada pengunjung yang datang. Momen tahun baru ini harus dijadikan kesempatan mempromosikan wisata Banten kepada masyarakat,” kata Achmad.

Destinasi wisata paling favorit di Banten yang banyak dikunjungi wisatawan masih tertuju pada kawasan Pantai Anyer-Carita. Namun, menurut dia, wisata Banten Lama juga akan banyak dikunjungi warga yang datang ingin melakukan wisata reliji saat tahun baru. “Banyak juga warga Banten yang berdoa di masjid di Banten Lama saat tahun baru. Tapi kendalanya akomodasi menuju ke sana masih sulit,” jelasnya.

Objek wisata paling favorit di Banten yang banyak dikunjungi wisatawan masih tertuju pada kawasan Pantai Anyer-Carita. Namun, menurut dia, wisata Banten Lama juga akan banyak dikunjungi warga yang datang ingin melakukan wisata reliji saat tahun baru. “Banyak juga warga Banten yang berdoa di masjid di Banten Lama saat tahun baru. Tapi kendalanya akomodasi menuju ke sana masih sulit,” jelasnya.

Redi Budihartono, wisatawan asal Kota Serang merasakan benar apa yang dikatakan Hardomo soal kemacetan menuju Pantai Anyer melalui jalur Lingkar Selatan. Warga Taman Lopang Indah harus menghabiskan waktu 4 jam untuk sampai di Pantai Anyer, biasanya cuma 1 jam. Wiraswastawan ini membenarkan kemacetan panjang itu disebabkan sistem buka tutup perbaikan jembatan.

“Kalau sampai libur tahun baru, perbaikan belum juga selesai, saya memprediksi kemacetan di Anyer pada libur panjang Natal dan Tahun Baru mendatang akan lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Redi. (*/e)

LEAVE A REPLY