Peserta TTC Travel Mart Tinggi, Maroko Salah Satu Tujuan Bebas Visa Yang Diminati

0
85

JAKARTA, bisniswisata.co.id: TTC Travel Mart ke 27 tetap menjadi ajang bisnis hospitality yang efektif dan efisien sehingga diminati para seller ( penjual) asing yang menawarkan beragam paket wisata di dalam dan luar negri.

“TTC Travel Mart keunggulannya kita dapat calon buyer yang banyak bisa mencapai angka ratusan dalam datu hari pertemuan,” kata Umut Inal, Business Development Manager Flex Tourism & Travel Agency.

Biro perjalanan wisata dari Turki ini bersama rekan bisnisnya dari Indonesia, Halimatussaddyah ( Imah), Business Development Executive dari perusahaannya yang sibuk melayani pertanyaan para buyer yang datang ke meja mereka.

Dia mengaku sudah tiga tahun terakhir ikut travel mart ini karena pertemuan bisnis ini tidak diikat dengan aturan ketat pokoknya begitu kursi di mejanya kosong, langsung duduk buyer dari Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia lainnya.

Di arena TTC Travel Mart ke 27 ini pihaknya bersama para seller lainnya seperti Dorak, GNM , Greyfurt, ITC Travel, MysticTour, Uniglobal Exotic, Skyhub73 yang juga aktif menjual Turki sebagai singel destination ataupun sebagai destinasi tambahan sebelum atau sesudah umroh ke tanah suci Mekah.

Umut mengaku fokus menjual paket wisata Turki, Maroko ( Marocco) dan Dubai karena menjadi tempat umroh plus yang diminati jemaah Indonesia. Namun diantara tiga destinasi utama yang ditawarkan Marocco yang ingin dia tingkatkan.

“Warga Indonesia ke Maroko tidak perlu visa jadi seharusnya manfaatkan kesempatan ini untuk ke Cassablanca, Marakesh dan tempat-tempat lain yang indah apalagi masyarakat Marocco terutama senior citizent-nya familiar dengan Presiden Pertama RI, Soekarno yang punya kedekatan dengan Raja Maroko, Mohammed V.

Bebas visa menjadi hadiah dari Raja Mohammed V pada 1960 untuk Presiden RI pertama Soekarno berupa pembebasan visa bagi warga Indonesia yang berkunjung ke Maroko dan masih berlaku hingga saat ini. Bebas bisa diberikan selama 3 bulan jadi banyak waktu untuk napak tilas memahami bukti-bukti kedekatan kedua negara.

Umut Inal melayani tamunya dan fokus menjual Maroko, disamping Turki dan Dubai

TTC Travel Mart berlangsung kemarin, (11/9) di hotel RedTop, Pecenongan Jakarta dan dilanjutkan dengan kegiatan yang sama di Medan 13 September 2017. Menurut Tedjo Iskandar, founder TTC Travel Mart dalam penyelenggarakan kali ini di Jakarta diikuti lebih dari 166 sellers.

“Banyak juga seller yang bergabung di Medan seperti Dream Cruise yang sedang aktif promosikan wisata dengan kapal pesiar. Untuk buyer di Jakarta jumlah yang datang bisa 1000 orang. Di Medan mungkin kita yerima separohnya saja supaya pertemuan B to B tetap nyaman,” kata Tedjo.

TTC Travel Mart fokus pada pasar pariwisata outbound. Makanya diikuti banyak agen perjalanan, akomodasi, atraksi, badan pemasaran pariwisata (tourism board), maskapai penerbangan dari berbagai negara, serta bisnis lain terkait perjalanan.

Tedjo melihat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia ( inbound) juga meningkat seiring gencarnya pemerintah mengembangkan dan membangun pariwisata di tanah air dengan 10 destinasi wisara unggulan.

“Kami pernah mengadakan TTC Travel Mart di Filipina pada tahun 2012 peserta banyak yang menjual paket wisata Indonesia. TTC akan mulai mempelajari ulang untuk membuat travel mart Nusantara di luar negeri. Targetnya di kawasan Asia Tenggara,” tambahnya.

Ditambahkannya, para peserta umumnya loyal mengikuti kegiatan ini sejak pertama di gelar pada September 2001 yang dikemas dengan gaya tersendiri yaitu serius dan santai serta efektif untuk memperluas wawasan dan networking sesama pelaku pariwisata nasional.

Seperti halnya pernyataan Umut Inal, Tedjo optimistis TTC Travel Mart yang merupakan pertemuan B to B antara seller ( penjual) dan buyer ( pembeli) produk-produk wisata masih menjadi ajang bisnis efektif dan efisien apalagi wisata sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Masyarakat Indonesia sudah independent untuk berwisata dengan tersedianya beragam aplikasi wisata yang memudahkan untuk berwisata. Dia juga mendukung teman-temannya pelaku pariwisata Indonesia yang membuat aplikasi wisata pertama berlabel OnTA atau Online Travel Assistant.

Kehadiran OnTA ini fokus kepada pusat informasi berkaitan traveling, aktivitas wisatawan, kuliner, dan dunia pariwisata sehingga bisa menjadi medsos bagi semua traveler.

 

LEAVE A REPLY