Peserta MTF 2017 Ikuti Post Tour Sumenep Dan Puas Berinteraksi dengan Peserta Lokal Dan Mancanegara

0
392

Rina Chas ( kanan) bersama para buyer asing. ( foto: Anthy) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Travex dan Pameran Wisata ( Tourism Expo) selama Majapahit Travel Fair (MTF) 2017 yang berlangsung pada 13-16 April, di Surabaya pekan lalu memberikan manfaat optimal bagi kalangan industri wisata untuk meningkatkan bisnis travel di tahun ini.

“ MTF 2017 ke 18 kali mempertemukan kalangan industri wisata Indonesia sebagai seller ( penjual) dengan para buyer ( pembeli) dari mancanegara yang diundang Pemprov Jatim,” kata Rina Chas Shofiyah Suroer SH, MH, Sp.N, Direktur Utama Jelajah Galang Group Tour and Travel (GG T & T ).

Rina yang juga Ketua bidang Hukum & Advokasi Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau dikenal dengan nama Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) ini mengatakan peserta MTF memang harus pro-aktif memanfaatkan event ini sehingga mendapatkan hasil optimal.

“ Lewat Kegiatan Jelajah Galang Group mengikuti Majapahit Travel Mart ini kami bisa meningkatkan silaturahim dan memanfaatkan peluang bisnis misalnya dengan pelaku industri dari Taiwan, Malaysia, India, Dubai dan Singapura,” kata Rina dengan penampilan khasnya yang konsisten menggunakan cadar.

Selain menyelenggarakan paket ibadah Haji dan Umroh termasuk menjadi provider visa ke tanah suci, paket wisata yang ditawarkannya beragam seperti Hongkong, Singapura, Kuala Lumpur plus Genting dan tour domestik seperti ke Padang.

Pihaknya juga menjual paket-paket wisata halal ke Paris-Brussel-Amsterdam-Cologne-Frankfurt-Luzern-Milan. Beragamnya paket yang dijual membuatnya selalu antusias mengikuti kegiatan pemasaran seperti MTF 2017 ini.

“Di Majapahit Travel Fair ( MTF) ada Travel Exchange ( Travex) yang mempertemukan sesama pekaku bisnis ( business to business) dan ada Tourism Expo dimana pelaku wisata bisa promosi dengan konsumen ( B to C) dalam satu atap di Exhibition Hall Grand City Convex Surabaya. Itulah sebabnya peserta harus pro-aktif memanfaatkan bursa-bursa wisata yang ada di tanah air,” kata Rina Chas.

Gili Iyang, obyek wisata dengan kadar oksigen tinggi baik untuk kesehatan.

Mengutip Kadisbudpar Jatim H.Jarianto yang membuka kegiatan MTF pekan lalu, Rina mengatakan MTF 2017 ini jadi sarana untuk meningkatkan kunjungan wisatawan (wisman dan wisnus) dengan tema Adventure Tourism’ untuk meningkatkan minat generasi muda serta para penggemar wisata petualangan mengeksplorasi kekayaan alam Jawa Timur.

“Hasilnya buat kami menciptakan peluang bisnis karena dari satu event bisa bertemu dengan sedikitnya 90 buyer di antaranya dari 23 negara pasar Jatim, negara yang memiliki direct flight ke Surabaya dan pasar baru lainnya,” kata Rina yang akrab di sapa Onyai.

Buyer asing yang hadir  a.l Malaysia, Singapura, Myanmar, Brunei Darussalam, Thailand, Filiphina, Kamboja, Vietnam, Jepang, Belanda, Italia, India, China, Hongkong, Bangladesh dan Saudi Arabia. Selain itu ada 42 buyers dalam negeri dari provinsi luar Jatim

Sementara seller sebanyak 66 industri pariwisata terdiri dari 38 dari Jatim sendiri dan 28 industri pariwisata dari luar Jatim, yakni; Jakarta, Bali, Jawa Barat, Banten, Yogyakarta, NTB, dan Kep. Riau.

Target tahun ini, 120 buyers potensial dari 16 negara, yang diharapkan mampu menghasilkan total transaksi sebesar Rp 56 miliar atau tumbuh 2,5% dibandingkan penyelenggaraan pada tahun lalu

Rina Chas juga mengikuti post tour delegasi MTF 2017 ke Sumenep sebagai salah satu unggulan Jatim dan mengikuti wisata pantai, kuliner, hingga budaya yang bisa ditemukan di kabupaten yang terletak di Pulau Madura, Jatim.

Rina Chas menikmati langsung kegiatan Karapan Sapi. ( foto: Anthy).

Untuk wisata alam, mereka berkunjung ke Pulau Gili Iyang yang merupakan kawasan dengan kadar oksigen tertinggi kedua di dunia.  Selama post tour rombongan diterima oleh Bupati Sumenep, KH Abuya Busro dan Bupati Bangkalan , KH. Makmun Ibnu Fuad, tambahnya.

“Wisatanya seru karena dari Surabaya kita singgah di jembatan Suramadu, Mesjid Ampel, ke monumen Submarine, Sampoerna House, Mesjid Agung Al-Akbar, Jembatan Merah dan wisata belanja”

Famtrip selanjutnya ke Bangkalan lebih seru meski perjalanannya macet, kata Rina Chas. Rombongan mampir ke pasar tradisional, makan siang di Keraton Madura dan melongok museum Keraton, mampir ke Masjid Jamik dengan arsitektur unik serta menuju Asta tinggi (tempat pemakaman raja).

“ Peserta juga puas menyaksikan langsung karapan sapi bukan lewat film promosi wisata yang selama ini para buyer lihat. Jadi acara di Lapangan Giling ini memang seru banget,” kata Rina Chas mengakhiri penjelasannya. ( Hilda Ansariah Sabri)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.