Pesawat Sulit Landing, Harga Tiket Jadi Mahal

0
87

TIMIKA, bisniswisata.co.id: Sejumlah maskapai kesulitan mendarat atau landing di Bandara Mozes Kilangin Timika. DPRD Mimika pun turun tangan dengan memanggil PT Freeport Indonesia dan PT AVCO. Mengingat, minimnya maskapai penerbangan yang singgah di Bandara Timika berdampak kepada mahalnya harga tiket penerbangan, terutama di wilayah barat Indonesia.

Para wakil rakyat setempat mencurigai ada unsur kesengajaan yang dilakukan oknum-oknum pejabat Freeport, terutama pejabat PT AVCO yang mengelola Bandara Timika untuk membatasi jumlah maskapai penerbangan yang singgah di bandara buatan Freeport.

“Pertanyaan masyarakat Mimika sampai sekarang koq hanya dua maskapai (Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air (termasuk Nam Air) yang bisa melayani penerbangan ke Timika,” kata Ketua Komisi B DPRD Mimika Yohanes Felix Helyanan di Mimika, seperti dilansir laman Inilah, Senin (9/7/2018).

Padahal, sambung dia ada banyak maskapai yang mau masuk ke Timika seperti Batik Air, Lion Air dan lain-lain. “Ada apa dibalik ini semua sehingga masyarakat Timika dengan terpaksa membeli tiket yang sangat mahal karena tidak ada pilihan lain,” lontarnya kesal.

Yohanes juga Ketua DPC PDI-Perjuangan Mimika menilai, harga tiket penerbangan rute Timika-Makassar-Jakarta atau rute Timika-Denpasar-Jakarta yang mencapai sekitar Rp6 jutaan (kelas bisnis) sekali terbang sangat memberatkan masyarakat.

“Masyarakat terpaksa harus membeli tiket yang sangat mahal itu karena tidak ada pilihan lain. Inikan bentuk pemaksaan kehendak dan penjajahan ekonomi terhadap masyarakat kecil,” ujarnya.

Yohanes mempertanyakan mengapa Freeport, terutama AVCO tidak membuka peluang bisnis penerbangan ke Timika ke semua operator penerbangan. Ataukah ini ada kerja sama atau bagi hasil diantara mereka.

Sejak dua tahun ini, kata dia, Kementerian Perhubungan membentuk Unit Pengelola Bandar Udara/UPBU Mozes Kilangin Timika untuk mengelola bandara tersebut, khususnya terminal penumpang baru di sisi selatan yang dibangun oleh pemerintah.

Sayangnya pengelolaan terminal penumpang yang lama di sisi utara yang hingga kini masih melayani penerbangan ke berbagai wilayah masih ditangani oleh PT AVCO yang ditunjuk oleh PT Freeport.

Menurut Yohanes, pihaknya telah bertemu dengan jajaran Batik Air dan Lion Air untuk menanyakan kesiapan mereka melayani penerbangan ke Bandara Timika.

Kedua maskapai yang berada di bawah payung usaha Lion Grup itu menyatakan siap membuka penerbangan ke Timika, namun hingga sekarang masih terbentur dengan berbagai persyaratan yang diatur oleh Freeport melalui AVCO.

“Kami sudah bertemu manajemen Batik Air dan Lion Air. Mereka tidak ada masalah. Justru yang mempersulit itu AVCO. Terkesan mereka sepertinya tidak rela ada penerbangan lain masuk ke Timika,” kata Yohanes.

Atas kondisi itu, katanya, Komisi B DPRD Mimika dalam waktu dekat segera memanggil pihak Freeport dan AVCO. “Kami tidak ada kepentingan di sini. Kami hanya menginginkan masyarakat Timika bisa bepergian ke berbagai daerah dengan harga tiket yang terjangkau karena ada banyak pilihan penerbangan. Ini jangan dibatasi,” ujar Yohanes.

Menurut dia, harga tiket penerbangan dari Timika ke berbagai daerah terutama di wilayah barat Indonesia kini jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga tiket penerbangan dari Jayapura, Merauke, Manokwari dan Sorong ke tujuan yang sama.

Dengan masuknya sejumlah maskapai penerbangan baru di Bandara Timika, Yohanes meyakini harga tiket yang kini mencekik leher masyarakat Timika bisa turun drastis. (INI)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.