Pesawat Garuda Terperosok, Penumpang Terlantar

0
747
Pesawat Garuda terperosok di bandara Banyuwangi (foto : Liputan6.com)

BANYUWANGI, test.test.bisniswisata.co.id: Pesawat Garuda Indonesia jenis ATR 72-600 jurusan Banyuwangi-Denpasar dengan nomor penerbangan GA 7304, terperosok di apron Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Kamis (13/11/2014) siang. Tak ada korban jiwa namun sekitar 35 penumpang, termasuk wisatawan asing sempat terlantar di area bandara lantaran pesawat gagal berangkat.

Penumpang diberi tiga opsi berupa re-schedule atau penjadwalan ulang yang akan diterbangkan pada Jumat (14/11/2014), refund atau pengembalian tiket atau memilih melanjutkan dengan jalur darat.

Pesawat dengan nomor penerbangan GA 7304 dengan kapasitas sebanyak 72 penumpang, awalnya mendarat mulus di Bandara Blimbingsari Banyuwangi pukul 12.33 WIB, setelah melakukan perjalanan dari Surabaya. Pesawat lalu menuju apron lantas menurunkan penumpang dengan normal.

Setelah pesawat dibersihkan, tak lama kemudian penumpang lalu dinaikkan. Setelah seluruh penumpang naik, secara mendadak pesawat mundur dari tempat parkir semula dan terperosok ke area rerumputan. “Pesawat mundur dan roda belakang melebihi apron sehingga posisi roda berada di rumput,” ujar Andy Hendra Suryaka, Kepala Bandara Blimbingsari.

Menurut Hendra, untuk mengembalikan posisi pesawat, pihak maskapai Garuda masih menunggu alat khusus yang akan didatangkan untuk menarik pesawat tersebut.

“Kami mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan penerbangan. Dan untuk kepastian penyebab, kami akan mendatangkan tim investigasi dari Surabaya dan Jakarta,” tegas Andy.

Tergelincirnya pesawat plat merah sempat terjadi insiden kecil antara petugas keamanan dengan wartawan. Sejumlah awak media sempat diusir dan kameranya dirampas, dengan alasan tidak memiliki izin masuk ke dalam bandara.

Memang kejadian ini pertama kali terjadi di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi yang baru beroperasi secara komersial pada Desember 2010.

Awalnya, pesawat yang melayani penerbangan adalah Grand Garavan. Kapasitas kursi penumpang pesawat yang dioperasikan PT Sky Aviation itu hanya sembilan seat, lalu ditingkatkan dengan pesawat Fokker-50 berkapasitas 48 seat. Sky Aviation melayani rute Denpasar–Banyuwangi pergi pulang (pp) dan Banyuwangi–Surabaya pp.

Pada 24 Agustus 2011, giliran maskapai Merpati Airlines yang membuka rute Banyuwangi–Surabaya dengan pesawat jenis MA-60 berkapasitas 60 seat. Sejak 20 September 2012, Wings Air menerbangi Banyuwangi dengan pesawat jenis ATR 72-600 berkapasitas 70 seat. Belakangan Garuda Indonesia menerbangi Banyuwangi mulai 1 Mei 2014. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY