Perlu Satukan Visi Kelola CSR sebagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

0
234

Suryani Motik memberikan sambutan pada lokakarya bidang CSR dan persaingan usaha di hotel Aryaduta, Jakarta ( 30/11).

JAKARTA, bisniswisata.co.id;  Kamar Dagang Indonesia ( KADIN) Bidang CSR dan Persaingan Usaha mengajak pemerintah dan dunia usaha memiliki satu visi bagaimana berkontribusi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, kata Suryani Motik, hari ini.

Wakil Ketua Umum KADIN bidang CSR dan Persaingan Usaha itu menambahkan bahwa pemahaman mengenai Corporate Social Responsibility ( CSR) perlu disamakan dulu karena SNI ISO 26000 menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah tujuan dari CSR.

“ Standar internasional ini menegaskan bahwa CSR bukanlah sekedar donasi atau filantrofi melainkan suatu upaya untuk mengelola risiko dan mengelola dampak perusahaan, yang dilakukan di seluruh perusahaan dan diterapkan di setiap relasinya dengan pemangku kepentingan,” ungkapnya .

Berbicara pada lokakarya nasional bertajuk Kontribusi Dunia Usaha Dalam Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Hotel Aryaduta Jakarta, pihaknya menghadirkan Yanti Triwadiantini sebagai Chair ASEAN CSR Network agar dapat memberikan ganbaran praktek CSR di negara-negara tetangga karena erat kaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( TPB).

Para nara sumber lokakarya dipandu Maria D.Nurani ( tengah).

Hadir pula sejumlah praktisi seperti Hernie Raharja, Food Director PT Unilever Indonesia Tbk dan Diah Suran Febrianti, Team Leader Environment & Social Responsibility Division PT Astra International TBK. Sementara keynote Speaker adalah Dr Ur Arifin Rudiyanto dari Bappenas.

Pembicara lainnya adalah Nuni Sutyoko, Head Corporate Sustainability HSBC Indonesia, Komtap CSR KADIN, Siddarta Moersyid, CSR Manager PT Adaro Energy Tbk, Zuraida Hamdie dan Ahmad Muhibbudin, Head of PR Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia ( AISI).

Suryani mengatakan banyak terjadi di daerah bahwa dana CSR perusahaan yang beroperasi di daerah dianggap sebagai dana alternatif APBD sehingga dunia usaha dibebani dengan banyak permintaan.

Padahal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( TPB) adalah tujuan dari CSR. Upaya Indonesia untuk melaksanakan agenda TPB dibangun berdasarkan pengalaman selama 15 tahun melaksanakan Millenium Development Goals (MDGs) dimana Indonesia berhasil mencapai 49 dari 67 target indikator yang ditetapkan.

Sebagai kelanjutan dari MDGs,  tahun 2015 Indonesia turut menyepakati SDGis (Sustainable Development Goals) atau  Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( TPB) yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030.

Menurut Suryani,  KADIN mengapresiasi pemerintah yang menerbitkan Perpres Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pencapaian TPB yang menunjukkan konsistensi pemerintah untuk melembagakan 17 agenda TPB ke dalam program pembangunan nasional.

“Oleh karena itu melalui lokakarya nasional ini kami ingin berkontribusi dan hasil akhirnya adalah menerbitkan buku pedoman KADIN tentang bisnis berkelanjutan,” tambahnya.

Perpres TPB tersebut menekankan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, melalui empat platform partisipasi yaitu, Pemerintah dan Parlemen, Filantropi dan Bisnis, Organisasi Masyarakat, Akademisi dan Pakar dalam rangka mensukseskan pelaksanaan agenda TPB. 

Pihaknya mendorong dunia usaha melaksanajan TPB yang mengendepankan pentingnya melestarikan lingkungan alam serta berkeadilan sosial bagi semua orang demi masa depan dan generasi yang akan datang.

Benny Soetrisna mewakili Ketua Umum KADIN mengatakan bahwa dunia usaha sangat berperan dalam pertumbuhan ekonomi, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, aspek sosial dan lingkungan juga dibutuhkan untuk  mencapai TPB.

“Bappenas telah mengintegrasikan 169 indikator TPB ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional  ( RPJMN ) 2020-2024,” tuturya.

Benny menegaskan lokakarya ini akan memetakan peluang dan tantangan, menetapkan panduan perencanaan, metode pelaksanaan dan evaluasi CSR yang menjadi tujuan akhir TPB sehingga diharapkan dapat mendorong semua pihak bersinergi dan berkolaborasi dengan baik.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.