Perlu Action Nyata Dalam Kembangkan Halal Tourism

0
79

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Peluang Indonesia menjadi leader dalam mengembangkan halal tourism di Asia sangat besar karena menjadi negara dengan populasi muslim terbesar meskipun bukan menjadi negara Islam , kata Tjhan Matius, Inventor Tourism Invesment One World Travel, hari ini.

“ Umat muslim Asia mempunyai mimpi untuk datang ke Indonesia dan melihat langsung populasi muslim terbesar di  dunia yang paling moderat dan friendly di mata mereka,” ujarnya.

Di China, jumlah umat muslimnya mencapai 100 jutaan orang meskipun angka resmi juga belum mencapai angka setengahnya. Namun Matius meyakini pertumbuhannya sangat pesat.

“Pemerintah China kini  gencar mempromosikan daerah-daerahnya yang berpenduduk muslim seperti suku minoritas Hui, Ughur, Kazak untuk menjaring wisatawan muslim Indonesia dengan beragam paket Halal Tour,” kata Tjhan Matius.

Hal itu suatu bukti bahwa sebagai negara muslim terbesar di dunia maka muslim traveler Indonesia banyak diperebutkan oleh berbagai bangsa. Di Asia negara-negara seperti Jepang, China, Korea, Taiwan begitu gencarnya menjaring muslim traveler dari Indonesia. Mereka bahkan membangun beragam fasilitas yang dibutuhkan seperti tempat sholat di restoran dan mesjid-mesjid.

“Dalam hal Halal Tourism, Indonesia jangan hanya jadi pasar tetapi juga harus bisa menjaring inbound tour dari negara-negara Asia juga terutama negara tetangga seperti Thailand dimana jumlah penganut muslim mencapai 9 juta orang,”

Tjhan Matius, Inventor Tourism Investment One World Travel

Industri pariwisata Indonesia harus mampu mengemas paket-paket Halal Tourism dan utamanya menarik  investasi dari Thailand pula untuk restoran, misalnya, masyarakat Indonesia sudah familiar dengan masakan Thailand di mall dan hotel.

“ Sebaliknya, pengusaha pribumi Indonesia asal Sumatra Barat juga bisa membuka restoran Padang di Bangkok dengan kapasitas seat ( tempat duduk) yang mencapai 700-800 orang sekaligus misalnya karena rendang sudah mendunia jadi pengunjung restoran bukan hanya pasar muslim tapi pasar wisman di negara itu yang mencapai 40 juta orang,” tambahnya.

Tjhan mengungkapkan sebagai inventor pihaknya dalam waktu dekat sudah dapat merealisasikan kerjasama antara industri pariwisata Thailand dan Indonesia untuk mengembangkan paket-paket Halal Tourism antara Indonesia dan Thailand.

“ Awal Desember mendatang sudah ada kesepakatan kerjasama (MOU) antara Patihindo travel dari Indonesia dengan Yang World Travel dari Thailand untuk mengemas paket inbound maupun outbond Thailand-Indonesia,” jelasnya.

Dengan demikian Patihindo sebagai whole seller dapat membantu travel agent maupun komunitas di Indonesia untuk berwisata dengan aman di Thailand baik dari sisi kuliner halal, hotel, pemandu hingga waktu sholat yang tepat meski sedang bepergian.

“Kalau inbound muslim dari mancanegara ke Indonesia, mereka akan merasa aman dan nyaman karena tuan rumahnya sendiri mayoritas muslim terbesar di dunia. Sedangkan jika muslim traveler Indonesia yang ke mancanegara mereka sudah memiliki citra world class traveller. Kalau di Mekkah misalnya, mereka diperebutkan untuk hobi belanjanya juga,”

Itulah sebabnya Tjhan Matius mengingatkan saatnya swasta dan pemerintah mengembangkan Halal Tourism yang bisa menjadi pintu masuk beragam peluang bisnis lainnya.

Pemerintah dan swasta perlu meningkatkan sinergi dan kordinasi apalagi tahun lalu Indonesia telah menyapu bersih 12 kategori dari 16 yang dipertarungkan dalam ajang World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi, UEA.

“Perlu action nyata untuk mengembangkan Halal Tourism kalau Indonesia ingin memimpin sebagai negara dengan reputasi Islam yang Rahmatan lil alamin, Islam  merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua,” tegasnya.

LEAVE A REPLY