Perkuat Kepariwisataan, Tingkatkan Kerjasama dengan Jeju

0
486
Jpeg

MANGUPURA, test.test.bisniswisata.co.id– MEMPERKUAT kepariwisataan Indonesia – Propinsi Jeju, BPD Asita Bali menandatangani kerjasama dengan Badan Pariwisata Propinsi Jeju (Jeju Special Self- Governing Provincial Tourism Association). Kerjasama ini perlu mendapat dukungan semua stake holder kepariwisataan Indonesia, terlebih pengelola jasa transportasi udara.
‘’Tahap awal menggunakan charter flight Korean Air, berharap flag carier Indonesia dapat mengimbangi,’’ demikian dikatakan Ketua DPP Asita, H Asnawi Bahar menjawab test.test.bisniswisata.co.id, usai penandatangani naskah kerjasama antara DPD Asita Bali dengan Badan Pariwisata Propinsi Jeju di Nusa Dua.
Informasi tentang Indonesia masih sangat minim, Bali lebih dikenal dan telah ada kerjasama kepariwisataan puluhan tahun lalu dengan kepulauan Jeju. Di Jeju ada sebuah supermarket yang secara regular menampilkan kesenian Bali dan menjual produk olahan pertanian, kerajinan asal Bali. Jeju tercatat telah memiliki kerjasama provinsi atau negara bagian kembar dengan Hainan (Republik Rakyat Tiongkok), Hawaii (Amerika Serikat), Sakhalin (Russia), dan Bali (Indonesia).
‘’Saya mempertanyakan kerjasama dan promosi ke Korea yang dilakukan pemerintah, sudah sampai mana?’’, keluh Asnawi.
Pemerintah Provinsi Jeju, jelas Kim Yeong-Jin, Ketua Jeju Special Self- Governing Provincial Tourism Association berharap kunjungan antar dua negara meningkat baik dalam dimensi bisnis mau pun jasa kepariwisataan. ‘’Kami sudah menandatangani MoU dengan Asita Jawa Tengah, Jawa Barat dan NTB. Dan untuk sementara kami menggunakan charter flight, berharap segera melakukan regular flight minimal satu flight per hari,’’ tutur Kim Yeong- Jin.
Tercatat Pulau Jeju menyumbang setidaknya 60 persen wisman di Korea Selatan. Pertumbuhan pariwisata di Jeju rata-rata tumbuh di atas 13 persen per tahun. Seperti dilansir dari Jeju Weekly, sepanjang Januari-Mei 2015 sebelum isu MERS merebak, total wisman yang datang ke Jeju mencapai 505.090 orang, naik dua kali lipat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Bali dan Jeju sama-sama telah memberlakukan kebijakan bebas visa

Jeju menawarkan objek wisata antara lain:
• Seongsan Ilchulbong atau Puncak Matahari Terbit adalah kawah gunung berapi yang memiliki luas 99.000 m² dan tinggi 182 m di sebelah timur Jeju.
• Mokseokwon (“Taman Batu dan Kayu”), terletak 4 km di selatan Kota Jeju adalah taman yang memiliki kumpulan batu-batuan berbentuk unik dan akar-akar pohon tua yang sudah mati. Karena keunikannya, taman ini dijadikan sebagai monumen regional Jeju nomor 25.
• Halla Arboretum (Kebon Raya Halla), tempat pelestarian sebanyak 506 jenis pohon, 90 spesies herbal. Terletak di sebelah barat Puncak Namjosun, selatan Kota Jeju.
• Manjanggul (Gua Manjang), gua yang terbentuk dari aktivitas gunung berapi. Terletak di Desa Donggimnyeong, Kecamatan Gujwa, Kabupaten Jeju Utara, 30 km timur Kota Jeju. Dikenal akan stalaktit-stalaktit sepanjang 70 cm dan batu-batu dari lahar yang sudah membeku.
• Kebon Raya Yeomiji, kebon raya terluas di Asia (12.210 m²). Mengkoleksi berbagai jenis tanaman anggrek tropis, dilengkapi dengan observatorium, institut ekologi. Di luarnya terdapat replika taman-taman terkenal.
• Gelanggang Pacuan Kuda Jeju, didirikan oleh Asosiasi Pacuan Kuda Korea untuk mengembangkan olahraga berkuda di Jeju. Pacuan kuda diadakan seminggu sekali tiap hari Sabtu di tempat ini.
• Gunung Sanbang (Sanbang-san), terletak di Kabupaten Jeju Selatan
• Institut Seni Bonsai (Bunjae Artpia), terletak di Desa Jeoji, Kec. Hangyeong, Kab. Jeju Utara. Didirikan tahun 1992, adalah tempat pemeliharaan bonsai khas Korea.
• Air Terjun Cheonjeyeon, terletak sebelah barat kota Seogwipo, Kab. Jeju Selatan. Terdiri dari tiga tingkat. Dilengkapi jembatan dan paviliun.
• Air Terjun Jeongbang, terletak 1,5 km di tenggara kota Seogwipo, salah satu dari 3 air terjun utama di Jeju. Air terjun Jeongbang langsung bermuara ke laut dan dianggap sebagai salah satu tempat yang pernah dikunjungi oleh Seo Bok (Xu Fu;徐福), utusan Kaisar Qin Shi Huang (berkuasa 259 SM-210 SM) dalam perjalanan mencari obat panjang umur. Di dinding dekat air terjun terdapat ukiran yang bertuliskan “徐市過此” (“Seobul gwa cha”) yang menandakan kunjungan Seobul.

Cheonjiyeon_Waterfall-01
• Oedolgae atau “Batu Kesepian” adalah batu karang setinggi 20 meter yang menonjol di pantai selatan kota Seogwipo.
• Taman Hallim, di dalamnya termasuk Gua Hyeopjae dan Ssangyong. Taman Hallim dilengkapi dengan kebon raya dan fasilitas rekreasi.
• Yongduam, bermakna “Batu Kepala Naga”, dikarenakan bentuknya mirip kepala naga yang muncul dari air laut. Terletak di wilayah Kota Jeju.
• Kawah Sangumburi, salah satu dari tiga kawah utama di Jeju. Kawasan yang menjadi tempat konservasi flora, sebanyak 420 jenis spesies tanaman iklim subtropis, sedang dan alpen.
• Chisatgae, kumpulan bebatuan yang membentuk persegi panjang di sepanjang pantai di Desa Daepo, antara Seogwipo dan Jungmun.
• Kampung Seongeup, kampung tradisional yang mempertahankan gaya hidup khas rakyat Jeju. Terletak sebelah barat daya Seongsan, Jeju bagian timur. *(dwi,bisniswisata.co@gmail.com/*)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.