Peringkat Pariwisata Indonesia Menyedihkan

0
1017
Turis Ausie jalan-jalan di Bali

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Peringkat pariwisata Indonesia di kawasan negara-negara Asia, sangat menyedihkan. Dari total 141 negara di Asia, Indonesia hanya berada pada urutan 50 dan jauh di bawah negara-negara tetangga. Meski demikian peringkat pariwisata Indonesia pada tahun 2015 sudah meningkat dari peringkat 70 ke 50, namun masih banyak yang perlu dibenahi dari industri pariwisata Indonesia.

“Kami masih kalah dari Singapura yang berada diurutan 11, Malaysia 35, dan Thailand 31. Padahal potensi wisata Indonesia begitu banyak,” kata Deputi IV Bidang Sumber Daya Manusia, Iptek, dan Budaya Maritim, Safri Burhanuddin dalam peluncuran “Pencanangan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum” di kawasan Rumah Susun Marunda di Jakarta, Sabtu.

Jika berdasar kriteria kebersihan dan kesehatan, lanjut dia, Indonesia justru berada jauh pada urutan terbawah, yaitu 100. “Artinya, kebersihan pada destinasi wisata yang ada masih perlu dipertanyakan,” ucapnya.

Untuk menyiasati itu, menurut Safri, sektor pariwisata memerlukan dukungan berbagai pihak guna mencapai keberhasilan, terutama dari pentingnya kebersihan yang akan mengundang datangnya wisatawan, baik domestik maupun luar negeri. “Kementerian Koordinator Kemaritiman sudah memiliki program Gerakan Budaya Bersih, tinggal dimaksimalkan bersama-sama untuk kepentingan pariwisata,” katanya.

Bukan hanya itu, untuk menciptakan kondisi tersebut, perlu berbagai dukungan dan kesadaran dari masyarakat terutama pada lingkungan pariwisata yang ada. Dengan demikian, budaya bersih akan bisa tercapai jika dilakukan bersama.

Selain itu, penerimaan devisa Indonesia dari sektor pariwisata masih kalah dibandingkan Malaysia dan Thailand. Berdasarkan data, penerimaan devisa Indonesia dari sektor pariwisata mencapai sekitar US$ 11 miliar. Sementara, penerimaan devisa Malaysia dan Thailand dari sektor pariwisata masing-masing US$ 21 miliar dan US$ 38 miliar. Hal ini menunjukkan pembangunan industri pariwisata di Indonesia belum dilakukan dengan bailk.

Juga kebijakan bebas visa juga masih kalah dibandingkan negara tetangga. Malaysia memberlakukan bebas visa ke 164 negara dan Thailand 56 negara. Indonesia sampai kini hampir 100 negara.

Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan akan meluncurkan Gerakan Bersih dan Senyum (GBS) sebagai upaya mendorong sektor pariwisata. “Program GBS penting dalam pengembangan sektor pariwisata yang tidak melulu hanya menyangkut pembangunan fisik, tapi juga mental hidup bersih dan ramah dari semua kalangan masyarakat,” tuturnya. (*/end)

LEAVE A REPLY