Peringatan Hari Kartini Bersama Persatuan Wanita Palembang Sumsel ( PWPSS)

0
58

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Para pengurus dan anggota Persatuan Wanita Palembang Sumsel ( PWPSS) berkumpul menghadiri acara tahunannya memperingati Hari Kartini 2018 dengan tema: Cita-cita Kartini, terwujud dalam era globalisasi dan modernisasi.

Kegiatan yang berlangsung di hotel Amoz Cozy Melawai, Kebayoran Baru ini hasil kolaborasi dengan pengembang properti Padmayana dan dihadiri oleh Riri Harry Sohar, Ketua PWPSS, Pendiri dan Pembina Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia ( IWAPI) Kencana, Dewi Motik Pramono dan tokoh organisasi Sumsel lainnya.

“Ada lima organisasi lainnya untuk memajukan wanita Palembang di Indonesia ini karena itu kita harus selalu bersatu sehingga menjadi kekuatan untuk memberdayakan umat,” kata Riri Haarry Sohar, hari ini dihadapan seratusan undangan.

Kegiatan yang sekaligus menperingati Perayaan Isra Miraj yang baru lalu dan arisan bulanan ini diisi dengan tausiah pula yang mengingatkan bahwa  RA Kartini semasa hidupnya juga setiao hari membaca Alquran dan menpelajari tafsirnya hingga dia tertegun di Surat Albaqarah ayat 257.

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya,”

Ayat inilah yang konon memotivasi RA Kartini menyusun bukunya yang mendunia Habis Gelap Terbitlah Terang. Intinya harus ada optimisme di kalangan PWPSS untuk terus memberdayakan umat dan menjadikan usahanya memiliki masa depan cerah.

Sementara itu, Dewi Motik Pramono yang hadir bersama suami tercinta,  Pramono mengatakan bahwa siapapun tidak bisa maju juga tanpa mau bekerjasama dengan pihak lain dan tidak saling dukung.

“Oleh karena itu kita harus bersatu, bersinergi dan saling dukung seperti yang dilakukan oleh RA Kartini sehingga cita-citanya terwujud,” kata Dewi Motik.

Dia mencontohkan penyelenggaraan Festival Putri Bumi Sriwijaya ke dua yang baru dilakukan oleh para perempuan Sumatra Selatan yang bermitra dengan pemerintah dan menjadi event yang menguntungkan.

Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Putri Bumi Sriwijaya, Dewi mengatakan jika perempuan menghilangkan sifat egoistis dan bertekad maju bersama maka apapun yang dilakukan menghasilkan hal yang positif

Dia lalu mencontohkan penyelenggaraan Festival Putri Bumi Sriwijaya yang mengangkat budaya Sumatera Selatan sebagai bentuk apresiasi ragam budaya kekayaan seni yang dimiliki.

Festival ini sendiri diselenggarakan dari tanggal 29 Maret hingga 1 April 2018 lalu dengan sejumlah rangkaian kegiatan menarik, seperti Talk Show, pameran UMKM, tranformasi penggunaan dan pecinta songket dari masa ke masa serta pamerandan lomba kontes budaya.

Dewi menambahkan bahwa Tanah Sriwijaya atau Sumatera Selatan memiliki sejarah besar lantaran mempunyai perekembangan budaya yang tinggi. “Warisan budaya tinggi inilah yang sangat potensial untuk diapresiasi dan dikembangkan,” ujarnya

Tidak hanya itu, kata dia, Tanah Sriwijaya juga mempunyai pengaruh di mata dunia karena memiliki komunikasi dengan bangsa – bangsa lainya di dunia.

“Kekuatan warisan budaya leluhur sudah terbukti dapat mengangkat martabat dan mempunyai nilai ekonomis bagi masyarakat modern,”

Acara berlangsung dengan bertabur hadiah dan merayakan ulabgtahun bersama pada anggota dan pengurus yang berulangtahun di bulan April dan diakhiri dengan makan siang bersama.

LEAVE A REPLY