Percuma, Klaim Kuliner Halal Tanpa Bukti LPPOM MUI

0
321
Sertikasi Halal (Foto: www.republika.co.id)

BOGOR, test.test.bisniswisata.co.id: Botani Square, pusat perbelanjaan dan kuliner ramah Muslim terbaik, mendapatkan sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Pemberian ini lantaran manajemen menyediakan mushala dengan fasilitas baik dan terawat, toilet bersih, suasana aman dan nyaman juga kuliner yang disajikan benar-benar halal.

Botani Square yang sang dekat dengan lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). “IPB meminta manajemen Botani Square untuk tidak melaksanakan aktivitas yang membuat warga religius IPB merasa tidak nyaman dan memerhatikan kehidupan beragama masyarakat” kata Direktur Utama BLST IPB, Meika Syahbana Rusli, di Bogor, Ahad kemarin.

Manajemen, menurut Meika, juga memberi nuansa kenyamanan beragama dengan memerhatikan perayaan momen penting, seperti Ramadhan. Selebihnya, juga karena ada elemen IPB di sana. IPB secara tegas menolak adanya mitra yang menjual minuman beralkohol dan merekomendasikan agar mitra melakukan sertifikasi halal.

Sebagai warga di negara bertuhan, menurut Meika, masyarakat tentu ingin nilai agama dijaga. Selain itu, BLST dan manajemen Botani Square juga menanti masukan agar membuat Botani Square lebih baik dan ramah bagi masyarakat Indonesia yang berpegang kepada nilai agama.

General Affair Botani Square, Khairul Fahmi, mengatakan, Botani Square memiliki dua mushala, dengan tempat shalat laki-laki dan perempuan yang benar-benar terpisah. Meski belum ada fasilitas khusus bagi anak-anak, Fahmi mengatakan, Botani Square sudah memiliki sarana penunjang bagi para difabel.

Untuk kuliner, sebanyak 60 persen gerai kuliner di mal ini sudah bersertifikat halal. Sebagian besar dari mereka mengurus sertifikasi halal secara terpusat. Manajemen berharap, ke depan bisa lebih banyak gerai kuliner yang berserfiikat halal, dan manajemen bisa meningkatkan fasilitas penunjang lain.

Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H) Riyanto Sofyan menilai, kelemahan pertama Indonesia adalah sertifikasi halal. “Banyak yang mengklaim kulinernya sudah halal dan merasa tidak perlu pusing mengurusi sertifikasi halal. Padahal itu standar internasional dan jaminan mutu. Klaim halal pribadi tanpa bukti LPPOM MUI, percuma,” ujarnya. (*/R)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.