Perang Tarif Hotel di Bali, Dikhawatirkan Rusak Reputasi

0
109

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Perang tarif hotel di Bali menjadi berita gembira bagi para turis, tapi membuat pejabat di sektor pariwisata gugup. Pasalnya, perang tarif itu membuat tarif kamar hotel turun, dan dikhawatirkan merusak reputasi keanggunan dan kualitas Bali sebagai destinasi wisata populer.

Seperti diunduh laman News.com.au, Senin (12/6/2017), persaingan antara hotel-hotel di Bali telah mendorong turunnya tarif kamar, hotel bintang tiga menawarkan kamar dengan harga Rp300.000 rupiah atau sekitar AU $ 22 malam.

Namun, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali mengatakan tingkat penurunan kamar hotel selama tiga tahun terakhir ini menciptakan kegelisahan. “Bukan hanya masalah penurunan kualitas pariwisata, tapi ekonomi yang kompetitif ini tidak sehat,” kata Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Pejabat khawatir pelaku bisnis liburan tidak akan lagi mengasosiasikan Bali dengan keanggunan dan kualitas. “Karena itu, kami mendorong standarisasi tarif hotel di Bali, yang akan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti peringkat bintang, jumlah kamar dan kualitas keseluruhan hotel,” sarannya.

Standarisasi itu didukung Gubernur Bali Made Mangku Pastika, yang mendesak pekan ini ada kerangka hukum yang jelas untuk membakukan tarif kamar. Ini bukan pertama kalinya, karena pada 2013 Pastika juga mendorong agar tarif kamar menjadi standar . Pendekatan tersebut dapat menjadi cara untuk menangani pengembangan hotel yang “tidak terkendali” di seluruh Bali.

Menurut data dari Biro Pusat Statistik Bali, ada 281 hotel di Bali dengan peringkat bintang. Dari jumlah tersebut, 89 hotel memiliki rating bintang tiga. Angka yang dikeluarkan tahun lalu oleh Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia di Bali pada 2015, ada 130.000 kamar hotel di Bali, termasuk 98.000 kamar di Kabupaten Badung.

Asosiasi itu memperhitungkan, Bali perlu menarik 92,5 juta turis per tahun untuk mencapai hunian 100 persen. Pada 2015, jumlah wisatawan di Bali, baik domestik maupun mancanegara, hanya 11,15 juta. (*/NCA)

LEAVE A REPLY