Penumpang Lion Air Turun Tajam

0
2419

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kuartal I-2015, jumlah total penumpang maskapai Lion Grup mengalami penurunan sangat tajam hingga 14,88 persen dibandingkan periode sama 2014. Dari keseluruhan, Lion Air berkontribusi penurunan penumpang terbesar hingga 20 persen. Data Kementerian Perhubungan, pada Januari-Maret 2015 Lion Group hanya mengangkut sebanyak 7,15 juta penumpang atau turun dari periode yang sama tahun 2014 yang mengangkut 8,4 juta penumpang.

Direktur Operasi dan Pelayanan Bandara Lion Air Daniel Putut Kuncoro mengatakan, perusahaan tengah melakukan kajian mendalam untuk melakukan efisiensi dengan mengurangi frekuensi penerbangan, yakni mengalokasikan armada pesawat berbadan lebar. Harapannya, dengan melakukan efisiensi frekuensi penerbangan, Lion Grup akan kembali mengerek jumlah penumpang yang diangkut.

Data menunjukkan, kuartal pertama 2015 ini, Lion Air hanya mengangkut 5,8 juta penumpang, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 sebanyak 7,25 juta penumpang. Sementara Wings Air mengalami penurunan penumpang sebesar 10,15 persen, dari 813.900 penumpang di kuartal pertama tahun lalu menjadi 731.220 penumpang di kuartal pertama tahun ini.

Sementara Batik Air yang berhasil menggandakan jumlah penumpang dari 336.130 di kuartal pertama 2014 menjadi 618.780 penumpang di kuartal pertama 2015, jugaa tidak mampu mengatrol jumlah penumpang yang diangkut grup secara keseluruhan.

Rencananya, salah satu dari tiga Airbus-330 yang datang bertahap mulai Oktober 2015 akan dipakai melayani rute penerbangan Jakarta-Medan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi frekuensi penerbangan Jakarta-Medan, yang saat ini dilayani dengan jumlah 22 frekuensi penerbangan setiap pekannya. “Ya, kami akan mengurangi frekuensi dengan adanya pesawat tersebut. Namun, saya belum tahu jumlah pastinya nanti. Tunggu pesawatnya datang,” ujar Daniel.

Tiga armada itu direncanakan datang secara bertahap mulai Oktober hingga Desember 2015. Setiap bulannya, maskapai berkonsep low cost carrier (LCC) itu kedatangan satu buah pesawat A330.“Selain itu, salah satu pesawat nantinya akan dijadikan sebagai peremajaan untuk Boeing 747 yang kami miliki. Pesawat tersebut digunakan untuk penerbangan ke Jeddah. Sementara satu armada lainnya bakal dipakai untuk rute penerbangan regional” kata dia.

Presiden Direktur Lion Group Edward Sirait pernah mengungkapkan Lion Air menguasai sekitar 100 pesawat. Di mana, lima pesawat di antaranya merupakan armada milik sendiri yang dibiayai dengan skema financial lease. Sedangkan, 95 pesawat lainnya secara aktif diterbangkan dan dikuasai. “Bukan hanya Lion Air, kami juga sudah siap memenuhi aturan kewajiban minimal jumlah pesawat yang dikuasai, baik itu untu Batik Air dan Wings Air. Yang sudah tuntas itu dengan skema financial lease. Itu, kami melakukannya satu paket, satu kali mengerjakan selesai semua,” ujarnya seperti dilansir laman SH.com, Jumat (06/05/2016).

Diketahui, Undang-Undang Nomor 1/Tahun 2009 tentang Penerbanga mewajibkan penguasaan pesawat bagi semua maskapai nasional yang tercantum detail pada pasal 118. Namun, beleid tersebut selama inibelum diimplementasikan secara tegas.Akhirnya, pada Desember 2014, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyebarkan surat edaran kepada semua maskapai tanah air, agar memenuhi aturan kepemilikan pesawat selambat-lambatnya per 30 Juni 2015. Bila operator penerbangan tak mampu menjalankan aturan tersebut, maka izin terbang yang dimliki oleh badan usaha angkutan udara akan dicabut. @

LEAVE A REPLY