Penumpang Lion Air Dipaksa Turun dari Pesawat

0
75
Lion Air

PEKANBARU, bisniswisata.co.id: DB, salah satu penumpang Lion Air Lion Air pesawat 737-900ER dengan penerbangan nomor JT 291 rute Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau (PKU) Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, dipaksa turun dari pesawat yang hendak berangkat.

Penurunan paksa ini lantaran DB mengaku sebagai seorang teroris dan membawa bom dalam tas. Padahal itu cuma bercanda. Namun guraun atau bomb joke ini membuat panik penumpang serta awak kabin Lion Air. Karena masalah ini bagi awak kabin atau flight attendant dianggap serius, ucapan itu dilaporkan petugas layanan di darat atau ground handling dan petugas keamanan atau aviation security.

“Ingat ya, bila akan naik pesawat jangan sekali-sekali bercanda atau bergurau yang dapat membuat panik penumpang lain. Akibatnya fatal dan diturunkan paksa dari dalam pesawat. Kasus seperti ini kerap terjadi, namun masih saja calon penumpang melontarkan kata-kata candaan,” papar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air dalam keterangannya, Rabu (16/05/2018).

Dilanjutkan, akibat ulah penumpang di kursi 9C ini, 200 penumpang dewasa dan semua barang bawaan dan kargo, harus kembali ke terminal keberangkatan untuk dilakukan tahapan pengecekan ulang kembali (screening).

Kru pesawat dengan petugas layanan di darat (ground handling) dan petugas keamanan (aviation security), maka proses pemeriksaan diselesaikan secara teliti, tepat dan benar dan hasilnya tidak ditemukan barang bukti berupa bom maupun benda yang mencurigakan yang berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan.

Namun, sambung dia, buntutnya pesawat baru diterbangkan pukul 15:54 yang semula pukul 13:35 dan tiba di Cengkareng pukul 17:22 WIB.
Sedangkan penumpang DB, sesuai prosedur diturunkan (offload) berikut bagasi dan barang bawaannya menyerahkan DB ke avsec airlines, avsec Angkasa Pura II cabang Pekanbaru, otoritas bandar udara serta pihak berwenang untuk dilakukan proses penanganan lebih lanjut.

“Ini untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, pilot beserta seluruh kru berkoordinasi dengan menjalankan prosedur tindakan menurut standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures),” lontar Danang.

Diakui, kejadian itu mengakibatkan keterlambatan terbang dari Cengkareng menuju Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur (SUB) dan Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (KOE). “Lion Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar jaringan penerbangan Lion Air lainnya tidak terganggu,” sambungnya.

Lion Air Group menghimbau dan menegaskan kepada seluruh pelanggan maupun publik/ masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau/ bercanda, atau mengaku bawa bom di bandar udara dan di pesawat. Mengacu pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan), semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong, merupakan tindakan melanggar hukum, akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY