Pengungsi Boleh Pulang, Pura Besakih Dibuka Bagi Wisatawan

0
139
Turis asal Inggris berenang dengan latar belakang Gunung Agung di sebuah vila di Bukit Patal, Desa Kikian, Sidemen, Karangasem, (Foto: Miftahuddin Halim/Radar Bali)

KARANGASEM, Bisniswisata.co.id: Aktivitas Gunung Agung menurun, status pun diturunkan dari level IV (awas) menjadi level III (siaga). Ribuan pengungsi pun diizinkan pulang ke rumahnya. Bahkan Pura Agung Besakih di Kabupaten Karangasem, Bali, segera dibuka kembali bagi wisatawan.

“Pura Besakih tidak lagi masuk dalam radius zona rawan bencana. Sehingga, masyakarat di sekitar Pura Besakih bisa kembali beraktivitas dan roda perekonomian diharapkan kembali berputar,” papar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Senin (30/10/2017).

Selain itu, radius bahaya juga sudah diturunkan dari 9 kilometer menjadi 6 kilometer. “Ini berarti ada enam desa yang masuk zona rawan bencana Gunung Agung, yaitu Desa Jungutan, Buana Giri, Sebudi, Besakih, Dukuh, dan Desa Ban,” sambungnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Indra, ada 47.700 penduduk di enam desa yang masuk zona rawan bencana. Saat ini, mereka masih tinggal di pengungsian dan belum disarankan untuk kembali ke rumah masing-masing. “Persisnya berapa yang masih tinggal di pengungsian nanti kita hitung ulang dengan Pemerintah Kabupaten Karangasem,” jelas Indra.

Sebelumnya, BPBD Bali meningkatkan status Gunung Agung dari waspada menjadi siaga pada 22 September 2017. Pada 23 September 2017, Pura Besakih dinyatakan ditutup bagi wisatawan karena berada di kawasan rawan bencana dengan radius kurang dari 6 kilometer dari puncak Gunung Agung.

Setelah lebih dari sebulan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status Gunung Agung menjadi siaga pada 29 Oktober 2017. Penurunan status ini didasari berkurangnya aktivitas magma sejak 20 Oktober 2017, paparnya.

Ditempat terpisah, Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ribuan pengungsi Gunung Agung di Bali diizinkan pulang ke rumah masing-masing seiring menurunnya aktivitas gunung berapi tersebut.

“Status Gunung Agung (Minggu, 29/10 malam) telah diturunkan ke level siaga. Kegempaan, deformasi, asap solfatara-nya terus menurun. Ribuan pengungsi diperbolehkan pulang,” kata Sutopo dalam kutipan resmi akun Twitternya yang dipantau dari Jakarta, Senin (30/10/2017).

Lewat akunnya itu juga, Sutopo mengunggah panorama Gunung Agung saat Senin pagi berikut komentarnya yang menurut dia sangat indah meski masih mengalami aktivitas seismik. “Gunung Agung Level III Siaga, pagi ini (30 Oktober 2017) sangat cantik. Semua data aktivitas seismik gunung terus turun. Bali aman,” kata dia.

Pada Minggu (29/10) malam, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Agung diturunkan dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga) berdasarkan hasil analisis data visual dan kegempaan serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya.

Atas dasar itu, Sutopo mengatakan sebagian besar pengungsi Gunung Agung berjumlah 133.457 jiwa yang tersebar di 385 titik sudah boleh pulang. Pengungsi itu sebagian berasal dari desa/dusun yang berada di luar radius 6-7,5 kilometer dari pusat kawah gunung. (*/BBS)

LEAVE A REPLY